Saham Asia Bertahan Dekat Puncak 8 Pekan, BOJ dan Laba Big Tech Jadi Fokus
Saham Asia bergerak relatif stabil pada Selasa (28/4) dan bertahan dekat level tertinggi sejak akhir Februari, ketika pelaku pasar menunggu perkembangan terbaru di Timur Tengah serta rangkaian keputusan bank sentral dan laporan laba emiten teknologi besar. MSCI Asia Pacific Index nyaris tidak berubah, sementara harga minyak terkoreksi tipis.
Di komoditas, patokan global Brent turun 0,3% dan diperdagangkan sedikit di bawah $108 per barel, membantu meredakan tekanan di aset berisiko meski risiko pasokan energi belum sepenuhnya hilang. Di pasar valuta, yen stabil di sekitar 159,34 per dolar menjelang keputusan kebijakan Bank of Japan.
Fokus investor juga beralih ke musim laporan laba emiten teknologi raksasa yang dinilai akan menentukan arah sentimen global. Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta dijadwalkan melaporkan kinerja pada Rabu, disusul Apple sehari kemudian. Sejumlah pelaku pasar menilai reli ekuitas belakangan banyak ditopang revisi laba yang positif, sehingga hasil laporan big tech akan menguji apakah momentum tersebut dapat dipertahankan.
Di AS, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2%, sejalan dengan narasi bahwa perdagangan bertema AI kembali menguat dan pasar telah memulihkan sebagian besar penurunan terkait perang. Namun, indeks semikonduktor utama tercatat mulai terkoreksi setelah reli yang sangat kuat, memberi sinyal bahwa rotasi dan profit taking masih mungkin terjadi di sektor yang sudah naik panjang.
Dari sisi geopolitik, Gedung Putih menyatakan pejabat AS sedang membahas proposal terbaru Iran, namun tetap mempertahankan “garis merah” termasuk mencegah Teheran memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini muncul setelah laporan bahwa Iran menawarkan kesepakatan sementara terkait pembukaan Hormuz sebagai imbalan pencabutan blokade pelabuhan. Sejumlah pihak menilai reaksi pasar terhadap headline AS–Iran mulai mengecil karena ekspektasi mengarah ke kesepakatan jangka pendek yang berlanjut ke negosiasi lebih rinci.
Pekan ini juga menjadi ujian kebijakan karena The Fed, ECB, serta bank sentral di Jepang, Inggris, dan Kanada dijadwalkan menetapkan suku bunga, yang mencakup sekitar setengah ekonomi dunia. Walau konsensus pasar memperkirakan suku bunga ditahan, investor akan mencermati nada konferensi pers terkait risiko inflasi dari gangguan pasokan energi. Di pasar Asia pada pagi hari, Topix naik 0,4%, Hang Seng futures turun 0,2%, S&P/ASX 200 turun 0,6%, dan Euro Stoxx 50 futures turun 0,4%, mencerminkan sikap selektif menjelang agenda besar pekan ini.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id