AS–Iran Saling Bantah, Minyak Kembali Melonjak
Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Selasa 94/8) setelah jatuh tajam pada sesi sebelumnya. Minyak Brent naik 2,7% ke US$86,05 per barel, sedangkan West Texas Intermediate menguat 2,3% ke US$82,22 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran memberikan pernyataan berbeda mengenai pembicaraan pembukaan kembali Selat Hormuz. Perbedaan tersebut mengurangi optimisme pasar terhadap tercapainya solusi diplomatik dalam waktu dekat.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan menyebut kesempatan ini sebagai peluang terakhir bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan. Trump juga menginginkan Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya sesegera mungkin.
Namun, Iran membantah sedang melakukan negosiasi langsung dengan Washington. Teheran menyatakan hanya berdiskusi dengan Oman mengenai jalur pelayaran yang dapat digunakan kapal untuk melintasi kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Ketidakpastian mengenai keamanan jalur tersebut membuat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan kembali meningkat.
Analisis Newsmaker: Bantahan Iran membuat premi risiko geopolitik kembali masuk ke harga minyak. Selama belum ada kesepakatan nyata, Brent berpeluang bertahan di atas US$85, sedangkan WTI dapat menguji area US$83. Namun, pembukaan Hormuz secara penuh berpotensi kembali menekan harga dengan cepat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id