Minyak Turun Saat Dialog AS-Iran ada Kemajuan
Harga minyak melemah pada Senin (22/6) setelah investor menyambut tanda kemajuan dalam pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan ini menekan premi risiko pasokan karena pasar menilai peluang gangguan di Selat Hormuz mulai berkurang.
Brent turun 1,7% ke $79,20 per barel, sementara WTI melemah 0,5% ke $75,50 per barel. Penurunan terjadi setelah AS dan Iran menyepakati peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari.
Mediator Qatar dan Pakistan menyatakan ada kemajuan yang menggembirakan dalam pembicaraan tersebut, termasuk pembentukan mekanisme untuk negosiasi teknis lanjutan. Kedua pihak juga membangun jalur komunikasi untuk menghindari insiden dan salah hitung di kawasan.
Fokus utama pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz. Jalur ini menjadi titik penting bagi pasokan energi global, sehingga jaminan keamanan bagi kapal komersial dapat membantu menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman minyak.
Meski begitu, risiko belum sepenuhnya hilang. Pembicaraan sebelumnya sempat dimulai dengan tidak stabil setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam serangan jika Hizbullah terus menyerang Israel. Kondisi ini menunjukkan kesepakatan masih rapuh dan dapat kembali terganggu oleh dinamika Lebanon.
Bagi pasar minyak, kemajuan diplomasi AS-Iran dapat menekan harga jika arus kapal melalui Hormuz tetap lancar dan risiko pasokan terus mereda. Namun, jika negosiasi kembali terhambat atau ketegangan di Lebanon meningkat, premi risiko dapat kembali mengangkat harga.
Fokus berikutnya tertuju pada kelanjutan pembicaraan teknis AS-Iran, keamanan Selat Hormuz, volume kapal komersial yang melintas, serta respons pasar terhadap perkembangan gencatan senjata di Lebanon.(asd)
Sumber: Newsmaker.id