Emas Rebound, Kenaikannya Masih Membatasi
Harga emas menguat tipis pada awal pekan dan menghentikan pelemahan tiga hari beruntun dari level terendah lebih dari satu pekan. Namun, kenaikan XAU/USD masih terbatas karena pelaku pasar belum sepenuhnya yakin untuk kembali masuk ke safe haven.
Dukungan bagi emas datang dari turunnya harga minyak setelah Qatar dan Pakistan mengumumkan peta jalan 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir antara AS dan Iran. Jika proses diplomasi berjalan, risiko gangguan pasokan energi dapat menurun, sehingga tekanan inflasi dan kebutuhan kenaikan suku bunga agresif ikut mereda.
Meski begitu, risiko geopolitik belum hilang. Iran menuduh AS dan Israel melanggar gencatan senjata, sementara Teheran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz dengan alasan serangan Israel di Lebanon masih berlanjut. Presiden AS Donald Trump juga mengancam tindakan militer baru terhadap Iran jika Hizbullah terus menyerang Israel.
Kondisi tersebut membuat permintaan safe haven tetap ada, tetapi tidak cukup kuat untuk mendorong reli emas secara meyakinkan. Di sisi lain, dolar AS masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik dan eskalasi serangan Rusia terhadap kota-kota besar Ukraina, sehingga kenaikan emas cenderung tertahan.
Faktor terbesar yang membatasi emas tetap berasal dari Federal Reserve. Pasar masih memperkirakan peluang hampir 90% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, setelah proyeksi terbaru menunjukkan bank sentral dapat bertindak jika inflasi tetap sulit turun. Ketua Fed Kevin Warsh juga menekankan stabilitas harga, memberi sinyal bahwa pelonggaran kebijakan belum menjadi prioritas.
Bagi emas, kombinasi Fed hawkish dan dolar yang kuat menjadi hambatan utama karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Fokus pasar berikutnya tertuju pada perkembangan AS-Iran, arus kapal di Selat Hormuz, komentar pejabat FOMC, serta arah dolar AS. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga tetap tinggi, pemulihan emas berpotensi rapuh meski risiko geopolitik masih mendukung permintaan defensif.(asd)
Sumber: Newsmaker.id