• Thu, May 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 May 2026 03:07  |

Brent Tembus US$107, Hormuz Tertutup Jaga Premi Risiko

Harga minyak menguat tajam pada hari Selasa (12/5) karena kesepakatan damai AS–Iran masih sulit dicapai, memperpanjang penutupan efektif Selat Hormuz dan gangguan pengiriman energi global. Brent kontrak Juli naik 3,4% dan ditutup di US$107,77 per barel, sementara WTI kontrak Juni menguat 4,2% dan ditutup di US$102,18 per barel di New York.

Kenaikan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan “hanya masalah waktu” sebelum Iran menyerah, sehari setelah ia menyebut gencatan senjata yang rapuh berada pada “massive life support.” Gencatan senjata berlaku sejak awal April dan tetap bertahan meski terjadi sejumlah flare-up kekerasan, termasuk serangan terhadap kapal, tetapi lalu lintas di selat penghubung Teluk Persia ke laut lepas tetap nyaris terhenti.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan, Iran merespons proposal perdamaian Trump dengan menuntut AS mencabut blokade angkatan laut dan memberikan keringanan sanksi, sambil tetap mempertahankan tingkat kontrol atas arus lalu lintas Hormuz. Di saat yang sama, pengetatan pasokan global meningkatkan biaya energi, mendorong kekhawatiran inflasi dan menambah tekanan politik domestik bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu November, sehingga AS merilis minyak dari cadangan daruratnya dengan laju rekor pekan lalu.

Isu ini berpotensi ikut mewarnai pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini, mengingat China merupakan pembeli terbesar minyak Iran dan mitra strategis Teheran. Departemen Keuangan AS pada Senin juga menjatuhkan sanksi kepada lebih banyak entitas yang disebut membantu penjualan minyak Iran ke China.

Namun indikator kekuatan pasar menunjukkan pelemahan dalam beberapa sesi terakhir ketika kilang mengurangi pembelian. Prompt spread Brent berada di sekitar US$4 per barel dalam backwardation, turun dari hampir US$10 pada awal bulan lalu. Ke depan, pasar juga mencermati proyeksi EIA bahwa produksi minyak AS dapat naik ke rekor 14,1 juta barel per hari pada 2027, sementara pertumbuhan permintaan global tahun ini diperkirakan hanya 200 ribu barel per hari (turun dari estimasi sebelumnya 1,2 juta). (arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai