Kripto di Zona Waspada, Fokus ke Beijing
Bitcoin melemah dan masih bergerak di bawah US$81.000pada hari Rabu (13/5), seiring pasar menahan risiko menjelang pertemuan puncak AS–China, sementara ketidakpastian konflik AS–Iran dan arah suku bunga AS tetap menjadi beban. BTC terakhir di US$79.066, turun 1,52%.
Sentimen makro masih dipengaruhi inflasi AS yang lebih panas, yang mengangkat yield dan menopang dolar. Yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,49%, sementara indeks dolar (DXY) bertahan di kisaran 98,5.
Dari sisi geopolitik, fokus pasar tetap pada risiko Selat Hormuz yang menjaga kanal inflasi berbasis energi. Harga minyak masih tinggi, dengan Brent sekitar US$107,62/barel dan WTI sekitar US$103,09/barel pada Rabu, menjaga kehati-hatian pada aset berisiko termasuk kripto.
Di altcoin besar, Ether turun ke US$2.251 (-0,68%), BNB menguat ke US$668,88 (+2,35%), sementara Solana turun ke US$91 (-3,29%) dan Cardano ke US$0,264 (-2,07%). XRP diperdagangkan sekitar US$1,42, sementara Dogecoin sekitar US$0,111.
Dengan kombinasi inflasi yang lengket, yield tinggi, dolar yang firm, dan ketidakpastian geopolitik, pasar kripto cenderung menunggu katalis baru dari hasil pembicaraan AS–China serta arah konflik AS–Iran yang berpotensi mengubah proyeksi inflasi dan ekspektasi kebijakan The Fed.(arl)
Sumber: Newsmaker.id