• Thu, May 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 May 2026 23:59  |

Teknologi Pimpin Reli, Wall Street Abaikan Sinyal Inflasi Produsen

Reli perusahaan teknologi terbesar dunia mendorong penguatan saham AS pada Rabu (13/5), menutupi data yang menunjukkan kebangkitan inflasi yang menekan obligasi karena pasar kembali menilai The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sentimen juga terbantu oleh pelemahan harga minyak, sementara tekanan di pasar obligasi muncul ketika imbal hasil Treasury tenor 10 tahun naik menuju level tertinggi sejak Juli.

S&P 500 naik 0,5% pada 12:53 waktu New York, mengarah ke rekor tertinggi baru. Nasdaq 100 menguat 0,9%, sementara Dow Jones turun 0,4%. Saham-saham chip ikut menguat, dengan indeks pembuat chip naik 2,5%, setelah pimpinan Nvidia, Tesla, dan Apple bergabung dalam delegasi bisnis Presiden Donald Trump ke China.

Namun, data inflasi grosir menambah alasan bagi pasar obligasi untuk bersikap defensif. Producer Price Index (PPI) naik 6% dibanding setahun lalu, melampaui seluruh estimasi dalam survei ekonom Bloomberg, dengan kenaikan bulanan paling tajam sejak 2022. Ukuran inti naik 5,2% dari April 2025, menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun.

Repricing suku bunga ikut menguat. Setelah laporan inflasi terbaru, Wall Street kembali menambah posisi bearish pada Treasury dan memperbesar taruhan bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun depan. Money market bahkan sempat memperhitungkan hingga 24 basis poin untuk kenaikan seperempat poin pada Juni 2027, dibanding 21 basis poin pada penutupan Selasa.

Dinamika ini menegaskan tarik-menarik utama pasar: earnings dan kepemimpinan sektor teknologi menopang ekuitas, sementara inflasi produsen dan kenaikan yield menjadi pembatas valuasi. HSBC menilai saham masih berpotensi melanjutkan reli karena pemulihan laba dan posisi investor yang masih relatif rendah dapat mengimbangi ancaman dari naiknya imbal hasil.

Fokus berikutnya bagi pasar adalah hasil pertemuan AS–China, arah pergerakan yield jangka panjang, serta apakah tekanan PPI berlanjut ke inflasi konsumen dan ekspektasi kebijakan The Fed.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Asia Melonjak, Optimisme Deal AS-Iran Dorong Risk Appetite A...

Saham Jepang menguat tajam saat kembali diperdagangkan setelah libur, seiring meningkatnya optimisme bahwa AS dan Iran kian m...

7 May 2026 07:21
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai