Minyak Stabil, Pasar Tunggu Sinyal Talk AS–Iran dan Data EIA
Harga minyak bergerak tipis pada Rabu (15/4) ketika pasar menilai peluang pembicaraan baru AS–Iran dan potensi pelepasan pasokan dari Timur Tengah, di tengah ekspor yang masih tertekan karena Selat Hormuz tetap tersendat. Brent naik 0,5% ke US$95,22/barel pada 08:21 GMT setelah turun 4,6% sehari sebelumnya, sementara WTI turun 0,2% ke US$91,11/barel setelah anjlok 7,9% pada sesi sebelumnya.
Perang telah membuat arus melalui Hormuz—jalur utama minyak mentah dan produk olahan dari Teluk ke pembeli global, terutama Asia dan Eropa—berjalan jauh di bawah level normal. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran bisa dilanjutkan pekan ini, meski perundingan akhir pekan berakhir tanpa kesepakatan. Namun AS juga menerapkan blokade terhadap pelayaran yang keluar dari pelabuhan Iran; militer AS menyatakan langkah tersebut telah menghentikan perdagangan laut masuk-keluar Iran.
Di pasar fisik, ketatnya suplai memaksa kilang mencari alternatif, mendorong premi minyak dari wilayah lain naik tajam. Reuters melaporkan kargo WTI Midland untuk pengiriman ke Rotterdam diperdagangkan pada premi rekor US$22,80/barel di atas patokan Eropa pada Selasa. Seorang pejabat AS juga menyebut kapal perusak AS menghentikan dua tanker agar tidak meninggalkan Iran pada Selasa.
Risiko pasokan tambahan muncul setelah pejabat pemerintahan AS mengatakan tidak akan memperpanjang waiver sanksi 30 hari atas minyak Iran “di laut” yang berakhir pekan ini, serta membiarkan waiver serupa untuk minyak Rusia kedaluwarsa diam-diam pada akhir pekan. Pasar menilai langkah-langkah ini dapat memperketat pasokan legal, sementara arus Hormuz tetap tidak pasti.
Fokus berikutnya adalah data persediaan resmi EIA yang dijadwalkan rilis 10:30 ET (14:30 GMT). Konsensus jajak pendapat Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS naik tipis, sementara persediaan distilat dan bensin turun. Sumber pasar yang mengacu pada data API menyebut stok minyak mentah AS naik untuk minggu ketiga berturut-turut—katalis yang bisa mengubah arah harga bila dikonfirmasi atau dibantah EIA. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id