• Tue, Mar 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 March 2026 17:11  |

Minyak Naik saat Optimisme De-eskalasi Memudar

Harga minyak melanjutkan kenaikan pada Selasa (24/3), memangkas kerugian pasca turun tajam pada sesi sebelumnya, ketika pelaku pasar energi menilai perkembangan terbaru terkait perang Iran. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya premi risiko setelah optimisme de-eskalasi yang sempat menekan harga pada Senin mulai dipertanyakan.

Kontrak Brent untuk pengiriman Mei diperdagangkan naik 2,4% di $102,31 per barel, sementara WTI untuk Mei menguat hampir 3,6% ke $91,27 per barel. Penguatan ini terjadi setelah aksi jual tajam pada Senin, ketika Brent turun sekitar 11% ke area $99 per barel, padahal pada Jumat sempat ditutup di atas $112.

Pada Senin, pernyataan Presiden AS Donald Trump sempat menekan minyak dan mendorong saham menguat. Namun pemulihan pada Selasa menunjukkan pasar masih skeptis terhadap klaim Trump—yang juga dibantah oleh Iran. “Meski Wall Street terlihat euforia, minyak sudah jauh dari titik terendahnya setelah Teheran membantah adanya negosiasi akhir pekan dengan Washington,” kata José Torres, senior economist di Interactive Brokers, seraya menambahkan risiko perang berkepanjangan masih menjadi perhatian utama.

Torres menyoroti bahwa serangan berulang terhadap infrastruktur energi penting di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran gangguan produksi dan transportasi. Ia menilai banyaknya serangan ke aset energi kritis membuat pasar gelisah bahwa kapasitas dan logistik dapat terganggu, sehingga biaya energi berpotensi bertahan lebih tinggi dibanding awal tahun, bahkan jika akhirnya ada kesepakatan.

Sementara itu, Selat Hormuz—yang sebelum perang menangani sekitar 20% pasokan minyak laut global—menjadi titik kunci ketegangan setelah Iran nyaris menghentikan arus melalui jalur tersebut. Media pemerintah Iran pada Minggu menyatakan Teheran akan mengizinkan transit aman melalui selat, kecuali bagi kapal-kapal yang dikaitkan dengan “musuhnya,” menegaskan bahwa risiko pelayaran tetap selektif dan belum sepenuhnya normal.(yds)

Sumber: newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com NM23 Ai