• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

25 February 2026 11:39  |

Minyak Menguat Jelang Dialog AS–Iran, Pasar Waspada Risiko Hormuz

Harga minyak menguat pada perdagangan Asia, seiring pelaku pasar menimbang peluang tercapainya kesepakatan nuklir AS–Iran menjelang perundingan pada Kamis. Meski ada harapan diplomasi, pengerahan besar-besaran pasukan Amerika di Timur Tengah membuat pasar tetap siaga terhadap risiko eskalasi yang dapat mengganggu pasokan.

Brent naik kembali ke atas US$71 per barel setelah turun 1% pada sesi sebelumnya, sementara WTI bertahan di sekitar US$66. Ketegangan meningkat setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Direktur Parlemen CIA memberi pengarahan kepada anggota senior terkait Iran, memicu spekulasi pasar mengenai potensi langkah militer. Presiden Donald Trump menyatakan preferensinya pada diplomasi, namun memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan menjadi situasi yang “sangat buruk” bagi Teheran.

Dalam pidatonya, Trump kembali menegaskan AS tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir, sementara Iran berulang kali menyatakan program nuklirnya untuk tujuan damai dan membantah sedang mengejar senjata. Pasar menilai pernyataan kedua pihak ini menjaga tensi tetap tinggi, sehingga harga minyak menjadi sangat sensitif terhadap setiap perkembangan berita menjelang perundingan.

Salah satu risiko terbesar adalah potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur yang menangani sekitar seperempat perdagangan minyak melalui laut dunia dan juga penting bagi pengiriman LNG. Selama pemerintahan masih tinggi, pelaku cenderung memasukkan premis geopolitik ke harga minyak, meski sebagian analis menilai gangguan sepanjang musim kemungkinannya relatif kecil karena dampaknya yang berat terhadap arus perdagangan dan pendapatan Iran.

Perundingan nuklir berikutnya yang dijadwalkan berlangsung Kamis di Jenewa, dengan utusan khusus Trump Steve Witkoff dan menantu Trump Jared Kushner akan kembali bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Pada pukul 11.38 waktu Singapura, Brent kontrak April naik sekitar 0,8% menjadi US$71,32, sedangkan WTI kontrak April menguat 0,8% menjadi US$66,13 per barel. (asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai