Minyak Bergerak Tanpa Arah di Tengah Beragam Isu Global
Harga minyak dunia bergerak tidak menentu pada hari Selasa(20/1). Pasar masih mencermati ancaman Presiden AS Donald Trump soal kenaikan tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland. Di sisi lain, pelemahan dolar AS dan data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan memberi sedikit dukungan pada harga.
Minyak Brent untuk kontrak Maret turun tipis 0,3% ke level $63,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI AS kontrak Februari naik 0,2% ke $59,58 per barel, dan kontrak Maret yang lebih aktif justru turun 0,4% ke $59,12. Pergerakan ini terjadi setelah pasar AS libur sehari sebelumnya.
Pelemahan dolar AS membantu menahan penurunan harga minyak karena membuat komoditas ini lebih murah bagi pembeli global. Namun, kekhawatiran pasar tetap tinggi akibat meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa. Ancaman tarif hingga 25% mulai Juni membuat investor cenderung berhati-hati.
Dukungan tambahan datang dari China setelah data menunjukkan ekonomi tumbuh 5,0% tahun lalu, sesuai target pemerintah. Aktivitas kilang dan produksi minyak China juga mencetak rekor tertinggi. Di saat yang sama, pasar mengamati perkembangan sektor minyak Venezuela, yang berpotensi memengaruhi pasokan global ke depan.(alg)
Sumber: Newsmaker.id