Ditengah Tarif, Greenland, Emas–Perak Pecah Rekor
Harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi pada awal pekan, setelah manuver Presiden AS Donald Trump terkait Greenland memicu kekhawatiran pasar akan perang dagang baru antara Amerika Serikat dan Eropa. Saat tensi politik naik, investor biasanya buru-buru masuk ke aset safe haven seperti logam mulia.
Di perdagangan spot, emas sempat mendekati $4.700/ons, sementara perak melesat sekitar 4%+ dan sempat menyentuh area $94/ons. Lonjakan ini terjadi saat dolar melemah dan pelaku pasar mengurangi aset berisiko, sehingga arus dana mengalir deras ke instrumen “aman”.
Pemicu utamanya datang dari ancaman tarif Trump ke delapan negara Eropa—Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia—karena menolak rencana AS terkait Greenland. Tarif disebut 10% mulai 1 Februari, lalu berpotensi naik menjadi 25% mulai Juni jika tidak ada kesepakatan.
Eropa mulai menyiapkan langkah balasan. Sejumlah opsi dibahas, termasuk potensi tarif retaliasi terhadap sekitar €93 miliar barang AS, dan wacana penggunaan Anti-Coercion Instrument (ACI)—alat retaliasi paling “keras” yang memungkinkan pembatasan akses pasar dan langkah ekonomi lain untuk melawan tekanan dagang.
Reli logam mulia juga ditopang narasi yang lebih besar: meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan AS, termasuk isu kepercayaan pasar terhadap aset dolar dan kekhawatiran inflasi jika perang dagang meluas. Arus masuk investor juga terlihat dari meningkatnya kepemilikan emas melalui ETF dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah analis menilai tren kenaikan belum selesai. Ada proyeksi bahwa emas bisa mengarah ke $5.000/ons dalam beberapa bulan jika ketegangan dagang berlanjut, sementara perak berpotensi menuju $100/ons—tergantung seberapa besar eskalasi tarif dan respons Eropa dalam waktu dekat.(yds)
Sumber: DowJonesNewswires.com