• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

2 January 2026 12:17  |

Harga Minyak Stabil Awal 2026, OPEC+ dan Venezuela Jadi Sorotan

Harga minyak bergerak stabil pada hari perdagangan pertama 2026 setelah menutup 2025 dengan penurunan tahunan terbesar sejak 2020. Pelaku pasar kini menimbang dua faktor utama: arah kebijakan pasokan OPEC+ dan meningkatnya risiko geopolitik, termasuk Venezuela serta konflik Rusia–Ukraina.

Brent diperdagangkan di sekitar US$61 per barel, sementara WTI berada dekat US$58. Keduanya sempat melemah jelang libur Tahun Baru, namun mulai memangkas penurunan saat pasar kembali aktif.

Perhatian terbesar mengarah ke pertemuan OPEC+ pada 4 Januari melalui konferensi video. Kelompok produsen yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia diperkirakan mempertahankan keputusan menahan kenaikan pasokan, alias belum melanjutkan penambahan produksi dalam waktu dekat.

Dari sisi geopolitik, pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap ekspor minyak Venezuela dengan menjatuhkan sanksi pada perusahaan di Hong Kong dan China daratan, serta sejumlah kapal yang dituduh mengakali pembatasan. Langkah ini dinilai memperketat jalur distribusi minyak Venezuela ke pasar global.

Di saat yang sama, eskalasi Rusia–Ukraina kembali memanas saat kedua pihak saling menyerang pelabuhan di Laut Hitam selama periode Tahun Baru. Serangan tersebut dilaporkan merusak infrastruktur penting, termasuk fasilitas kilang, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan regional.

Meski ada “bantalan” dari risiko geopolitik, pasar masih dibayangi isu besar: potensi kelebihan pasokan global. Harga minyak turun sekitar seperlima sepanjang 2025 karena kekhawatiran banjir pasokan setelah kenaikan produksi OPEC+ sebelumnya, ditambah pertumbuhan output dari produsen pesaing. International Energy Agency (IEA) bahkan memproyeksikan surplus sekitar 3,8 juta barel per hari tahun ini.

Analis menilai tensi geopolitik bisa menopang harga dalam jangka pendek, tetapi tekanan ke bawah masih mungkin terjadi pada kuartal pertama bila kekhawatiran oversupply berlanjut atau ada sinyal kemajuan menuju kesepakatan damai di Ukraina. Pada sesi Asia, Brent kontrak Maret naik sekitar 0,6% ke US$61,20, sementara WTI kontrak Februari naik 0,6% ke US$57,77.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai