• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 November 2025 15:58  |

Minyak Turun Ditengah Sentimen Kelebihan Pasokan

Harga minyak melemah pada Rabu (19/11) setelah laporan industri menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia. Data tersebut semakin menguatkan kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan, meskipun penurunan harga terbatas oleh sanksi terhadap minyak Rusia.

Kontrak berjangka minyak Brent turun 22 sen, atau 0,3%, menjadi US$64,67 per barel pada pukul 07.30 GMT, setelah naik 1,1% pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 17 sen, atau 0,3%, ke US$60,57 per barel, setelah naik 1,4% pada Selasa.

Stok minyak mentah dan bahan bakar AS naik pada pekan lalu, menurut sumber pasar pada Selasa malam yang mengutip data American Petroleum Institute (API). Persediaan minyak mentah naik 4,45 juta barel pada pekan yang berakhir 14 November, sementara stok bensin bertambah 1,55 juta barel dan persediaan distilat meningkat 577.000 barel, menurut API.

“Secara keseluruhan, laporan tersebut cenderung bersentimen bearish,” kata para analis komoditas ING. Namun mereka mengingatkan bahwa “pelaku pasar tampaknya lebih khawatir terhadap risiko pasokan daripada peluang surplus ke depan.” Sanksi AS terhadap produsen utama Rusia, Rosneft dan Lukoil, menetapkan tenggat 21 November bagi perusahaan-perusahaan untuk mengakhiri kerja sama mereka dengan kedua perusahaan tersebut.

Pada Senin, Departemen Keuangan AS mengatakan sanksi yang sudah menekan pendapatan minyak Rusia itu diperkirakan juga akan membatasi volume ekspornya. Para pembeli minyak di China dan India sudah mulai beralih ke pemasok alternatif.

Sementara ujar Emril Jamil, analis senior minyak di LSEG “Harga acuan saat ini bergerak dalam kisaran sempit. Pasar mengawasi dampak sanksi 21 November, meskipun tekanan turun tetap ada di latar belakang karena sentimen kelebihan pasokan,”. Harga minyak sempat menguat pada Selasa ketika investor menimbang dampak sanksi AS dan serangan Ukraina terhadap kilang dan terminal ekspor Rusia yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah dan bahan bakar.

Kekhawatiran terhadap pasokan Rusia tersebut diimbangi oleh proyeksi sejumlah analis bahwa produksi minyak global saat ini melebihi permintaan, yang menekan harga.

Pasca serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi dan pelabuhan Rusia, margin keuntungan solar di Eropa melonjak dan pada Selasa mencapai level tertinggi sejak September 2023, seiring meningkatnya margin kilang secara global.

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai