Emas Mundur Tipis dari 4.900, Tren Naik Masih Aman
Emas (XAU/USD) sedikit turun dari lonjakan intraday dan bergerak di sekitar area $4.900, pasca sempat menyentuh rekor tertinggi baru (ATH) pada Rabu (21/1).
Pelemahan tipis ini terutama datang dari Dolar AS yang menguat pelan dan mencoba melanjutkan rebound dari level terendah dua minggu. Penguatan USD jadi “lawan” klasik buat emas, karena bikin emas terasa lebih mahal buat pemegang mata uang lain.
Tapi, nada besarnya masih pro-emas. Fundamental yang mendukung bikin pasar melihat koreksi seperti ini bukan sinyal balik arah, melainkan pullback sehat yang cenderung dibeli.
Pemicunya tetap sama: volatilitas naik lagi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif baru ke delapan negara Eropa yang menolak rencananya untuk mengakuisisi Greenland. Di tengah ketidakpastian geopolitik yang belum reda, sentimen investor kembali rapuh—dan kondisi seperti ini biasanya jadi “bensin” buat aset safe haven seperti emas.
Selain itu, kembalinya narasi “Sell America” ikut menahan pemulihan dolar. Pasar masih memasang ekspektasi pelonggaran lanjutan dari Federal Reserve, yang cenderung menguntungkan emas karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).
Kesimpulannya: emas memang mundur tipis dari area $4.900, tapi selama ketegangan geopolitik dan ekspektasi pelonggaran The Fed masih dominan, potensi bullish emas dinilai tetap utuh.(yds)
Sumber: Newsmaker.id