BOJ Pertahankan Suku Bunga Ditengah Ketidakpastian Politik Jepang
Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah setelah ketidakpastian meningkat atas prospek ekonomi dan stabilitas pemerintah setelah koalisi yang berkuasa mengalami hasil pemilu terburuk sejak 2009.
Gubernur Kazuo Ueda dan sesama anggota dewannya mempertahankan suku bunga acuannya semalam di sekitar 0,25%, menurut pernyataannya pada hari Kamis (31/10). Hasil tersebut diharapkan oleh semua kecuali satu dari 53 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.
Hasil pemilu terburuk dalam 15 tahun bagi Partai Demokrat Liberal yang berkuasa menguras kekuatannya untuk menentukan langkah-langkah ekonomi dan dengan cekatan berkoordinasi dengan BOJ. Pemungutan suara presiden AS juga tampak penting minggu depan, membuat investor waspada terhadap potensi volatilitas di pasar.
Sementara bank sentral menegaskan kembali niatnya untuk menaikkan suku bunga ketika prospek inflasi terwujud, ia juga mengutip tingginya tingkat ketidakpastian di masa mendatang. Kejatuhan pasar global pada bulan Agustus yang menyusul kenaikan suku bunga BOJ pada bulan Juli mungkin menjadi faktor lain yang memberi alasan bagi bank untuk bersikap hati-hati saat ini. BOJ menghadapi kritik karena memicu kemerosotan saham dengan tidak cukup mengisyaratkan niatnya untuk menaikkan suku bunga lebih awal.(mrv)
Sumber : Bloomberg