The Fed Dorong Aturan Bank Lebih Fleksibel
Pejabat tinggi Federal Reserve yang mengawasi sektor perbankan memperingatkan Financial Stability Board atau FSB agar tidak menerapkan aturan yang terlalu kaku bagi banyak negara. Fed Vice Chair for Supervision, Michelle Bowman, menilai aturan global harus tetap fleksibel karena setiap negara memiliki kondisi ekonomi, sistem keuangan, dan risiko yang berbeda.
Dalam pidatonya di konferensi Bank Policy Institute di London pada Senin (13/7), Bowman mengatakan bahwa FSB sebaiknya mendorong pendekatan yang lebih fleksibel agar pengawasan perbankan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing yurisdiksi. Menurutnya, aturan yang terlalu seragam justru dapat mengurangi efektivitas lembaga pengawas internasional tersebut.
Amerika Serikat sendiri masih aktif dalam FSB dan Basel Committee on Banking Supervision, meskipun pemerintahan Trump menarik diri dari sejumlah organisasi multilateral lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa AS tetap menghargai standar dasar global yang dapat menjaga level persaingan antarbank tetap seimbang.
Namun, Bowman menilai lembaga global perlu lebih fokus pada risiko inti di sektor keuangan, bukan terlalu banyak mengurus hal-hal administratif yang tidak terlalu berdampak pada keamanan dan kesehatan bank. Di dalam negeri, regulator AS juga sedang menjalankan agenda modernisasi, termasuk melonggarkan sejumlah aturan modal bank dan mempersempit ruang lingkup pengawasan.
Bowman menyebut modernisasi sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas keuangan. Menurutnya, regulasi harus terus diperbaiki, dipelajari, dan disesuaikan dengan perkembangan pasar, teknologi, serta risiko baru yang muncul.
Sejumlah negara lain juga mulai meninjau ulang aturan perbankan mereka. Bank of England baru-baru ini mengusulkan pelonggaran beberapa aturan modal, meskipun tetap menekankan bahwa perubahan tersebut tidak boleh mengorbankan keamanan sistem keuangan. Sementara itu, Basel Committee juga menyetujui kajian terbatas terhadap aturan modal setelah pejabat AS menilai perlakuan saat ini lebih menguntungkan bank-bank Eropa.
Bagi pasar, pernyataan Bowman menunjukkan bahwa arah regulasi perbankan global mulai bergeser ke pendekatan yang lebih fleksibel. Jika aturan modal bank dilonggarkan, bank berpotensi memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko stabilitas keuangan, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik, perkembangan AI, dan perubahan kebijakan bank sentral.(arl)
Sumber: Newsmaker.id