Sinyal Keras dari Dewan Keamanan Iran: Negosiasi dengan AS Bukan Opsi
Iran menegaskan tidak akan membuka jalur perundingan dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu datang dari Ali Larijani, pejabat keamanan senior yang memegang peran penting di lingkar kebijakan keamanan Teheran, setelah beredar laporan bahwa Iran disebut-sebut ingin menghidupkan kembali dialog dengan Washington.
Larijani menyampaikan sikap itu lewat unggahan di media sosial, sekaligus membantah kabar bahwa pejabat Iran mencari jalan negosiasi melalui perantara. Intinya: Teheran ingin menutup spekulasi bahwa ada “pintu belakang” diplomasi yang sedang disiapkan di tengah situasi perang yang memanas.
Pernyataan ini muncul saat eskalasi konflik meningkat dan memicu kekhawatiran perang melebar, termasuk risiko gangguan jalur energi strategis di kawasan. Kondisi ini membuat pasar global makin sensitif terhadap headline, karena setiap sinyal “damai” atau “lanjut perang” bisa langsung mengubah arah harga minyak, dolar, dan aset safe haven.
Bagi pasar, pesan Larijani dibaca sebagai sinyal bahwa jalur diplomasi dalam waktu dekat belum tentu terbuka, sehingga ketidakpastian bisa bertahan lebih lama. Fokus investor pun mengarah ke perkembangan berikutnya: apakah ada langkah lanjutan di lapangan, atau justru tekanan internasional yang memaksa eskalasi mereda.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id