Trump Klaim Iran Sepakat Tolak Senjata Nuklir
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah setuju untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir, memperkuat narasi Washington bahwa perjanjian damai sementara dengan Teheran juga mencakup jalur menuju program nuklir nuklir. Pernyataan itu disampaikan melalui Truth Social di tengah proses finalisasi perjanjian yang juga terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Trump juga membantah laporan bahwa AS sedang mempertimbangkan pembentukan dana US$300 miliar untuk Iran jika negara itu mematuhi perjanjian akhir guna mengakhiri perang, termasuk perjanjian nuklir. Ia menyebut kabar tersebut tidak benar, meski diskusi mengenai insentif ekonomi dan penawaran transaksi terhadap Iran tetap menjadi salah satu isu penting dalam proses negosiasi.
Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya mengatakan inspektur nuklir akan “pasti” diizinkan kembali ke Iran sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Jika benar diterapkan, kembalinya inspeksi nuklir dapat menjadi elemen penting untuk meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko eskalasi baru di Timur Tengah.
Namun, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Militer Israel mengatakan telah mencegat sejumlah roket yang diluncurkan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, tanpa laporan korban luka. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di Gaza, Lebanon, dan Suriah, serta akan terus mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Bagi pasar, pernyataan Trump memperkuat harapan bahwa risiko perang dan gangguan energi dapat menurun jika kesepakatan AS–Iran benar-benar berjalan. Namun, posisi Israel dan aktivitas Hizbullah menunjukkan kawasan masih rentan terhadap eskalasi. Fokus berikutnya adalah isi resmi kesepakatan, mekanisme inspeksi nuklir, respon Iran, serta apakah pembukaan Hormuz dapat berlangsung tanpa gangguan baru.(asd)
Sumber: Newsmaker.id