Iran Tolak Proposal AS dan Ajukan Lima Syarat untuk Mengakhiri Perang
Iran menolak proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dan menegaskan hanya akan menyetujui gencatan senjata dengan syaratnya sendiri, menurut seorang pejabat senior politik-keamanan yang dikutip Press TV pada 25 Maret. Pejabat tersebut menyatakan Teheran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump menentukan kapan perang berakhir. “Iran akan mengakhiri perang ketika Iran memutuskan dan ketika syarat-syaratnya terpenuhi,” kata pejabat itu.
Teheran menilai pendekatan terbaru AS—yang disampaikan melalui perantara regional yang dianggap bersahabat—tidak selaras dengan realitas di lapangan, dan menganggapnya lepas dari apa yang disebut Iran sebagai kegagalan AS di medan konflik. Pejabat itu juga membandingkan situasi ini dengan dua putaran perundingan sebelumnya pada musim semi dan musim dingin 2025 yang ia sebut menyesatkan, karena menurutnya AS tidak menunjukkan niat dialog yang berarti sebelum melancarkan aksi militer.
Iran menyodorkan lima syarat untuk mengakhiri perang: (1) penghentian total apa yang disebutnya sebagai agresi dan aksi pembunuhan/“assassination” oleh pihak lawan; (2) pembentukan mekanisme yang menjamin perang tidak diberlakukan kembali terhadap Iran; (3) jaminan pembayaran kerusakan perang dan reparasi; (4) penutupan konflik di semua front, termasuk yang melibatkan kelompok-kelompok perlawanan regional; dan (5) pengakuan internasional atas hak kedaulatan Iran untuk menjalankan otoritas atas Selat Hormuz.
Pejabat tersebut menambahkan, lima syarat itu merupakan tambahan dari tuntutan yang disebut pernah diajukan pada putaran perundingan kedua di Jenewa, beberapa hari sebelum AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari. Iran mengklaim telah menyampaikan kepada seluruh perantara yang bertindak “dengan itikad baik” bahwa gencatan senjata hanya mungkin terjadi jika semua syarat diterima. “Tidak ada negosiasi sebelum itu,” ujar pejabat tersebut.
Pernyataan ini muncul ketika AS disebut berupaya menggunakan negara-negara regional untuk mendorong Teheran menghentikan serangan balasan dan membuka akses bagi kapal-kapal Amerika melintasi Selat Hormuz.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id