Goldman Naikkan Proyeksi Minyak Akhir Tahun
Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak untuk kuartal IV tahun ini, setelah melihat stok minyak di negara-negara maju tidak bertambah seperti yang diperkirakan. Kondisi persediaan yang lebih ketat ini dinilai memberi bantalan pada harga, meskipun arah jangka menengah masih mempengaruhi siklus pasokan global.
Dalam catatan riset bertanggal 22 Februari, analis Goldman yang dipimpin Daan Struyven menaikkan perkiraan Brent untuk kuartal IV sebesar US$6 per barel menjadi US$60. Proyeksi WTI juga memasukkan US$6 menjadi US$56 pada periode yang sama.
Goldman menyoroti “minimnya kenaikan inventori” di pusat penetapan harga negara-negara OECD. Artinya, pasokan yang seharusnya menumpuk di hub-hub utama justru tidak terjadi, sehingga pasar terlihat lebih ketat dan harga mendapat dukungan tambahan.
Meski begitu, Goldman melihat tahun 2026 berpotensi menjadi “tahun terakhir gelombang pasokan” (supply wave). Oleh karena itu, proyeksi mereka untuk 2026 masih cenderung di bawah harga ke depan, namun Goldman memperkirakan proyeksi 2028 mereka bisa berada di atas ke depan, menandakan perubahan keseimbangan pasokan-permintaan di jangka panjang lebih panjang.
Pada perdagangan Senin, Brent berada di sekitar US$71 per barel. Goldman juga menilai harga minyak dapat turun secara bertahap seiring dengan meredanya premi risiko geopolitik sekitar US$6, dengan asumsi ketegangan global terutama terkait Iran mulai menurun. (asd)
Sumber : Newsmaker.id