AS–Iran Sepakat Prinsip Panduan, Tetapi Kesepakatan Nuklir Masih Jauh
Amerika Serikat dan Iran melaporkan adanya kemajuan dalam putaran terbaru pembicaraan tidak langsung mengenai sengketa nuklir. Teheran menyebut kedua pihak telah mencapai pemahaman atas sejumlah “prinsip panduan” sebagai dasar melanjutkan negosiasi, meski belum masuk tahap kesepakatan final.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan, capaian tersebut tidak boleh dibaca sebagai sinyal bahwa kesepakatan komprehensif sudah dekat. Menurutnya, pembahasan masih berada pada level kerangka dan arah umum, sementara detail teknis dan politik yang menentukan masih harus dinegosiasikan.
Sejumlah analis menilai pasar tetap berhati-hati karena “momentum diplomasi” dapat berubah cepat. Meski ada ruang untuk rebound sentimen, skeptisisme bertahan lantaran jalur menuju kesepakatan final dinilai panjang dan rentan tersandung isu-isu sensitif kedua pihak.
Di saat dialog berlangsung, tensi keamanan kawasan belum benar-benar reda. Iran dilaporkan menutup sementara sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam terkait latihan militer, sebuah langkah yang biasanya langsung menarik perhatian pasar energi mengingat peran Selat Hormuz sebagai jalur penting ekspor energi global.
Faktor risiko juga datang dari penilaian lembaga konsultan politik. Eurasia Group disebut memperkirakan terdapat probabilitas 65% terjadinya serangan militer AS terhadap Iran sebelum akhir April—sebuah skenario yang dapat kembali menaikkan premi risiko bila ketegangan meningkat.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada kelanjutan pembicaraan dalam beberapa pekan mendatang, termasuk apakah “prinsip panduan” ini berkembang menjadi rancangan kesepakatan yang lebih konkret. Selama belum ada kepastian mengenai bentuk kesepakatan dan jadwal implementasi, sentimen diperkirakan tetap berayun antara harapan de-eskalasi dan kekhawatiran eskalasi.
5 inti poin (ringkas):
- AS–Iran mencapai pemahaman soal “prinsip panduan” untuk melanjutkan negosiasi.
- Araqchi menekankan kesepakatan final belum dekat; detail masih alot.
- Iran menutup sementara sebagian Selat Hormuz untuk latihan militer tensi tetap ada.
- Analis menilai pasar masih skeptis terhadap keberlanjutan momentum diplomasi.
- Eurasia Group menilai risiko aksi militer AS terhadap Iran sebelum akhir April masih signifikan (65%).(asd)
Sumber: Newsmaker.id