• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 February 2026 07:52  |

Trump–Xi Teleponan: Taiwan “Diingatkan”, Dagang Didorong

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping membahas perdagangan dan sejumlah isu geopolitik — termasuk Taiwan — dalam panggilan telepon pada Rabu, jelang rencana pertemuan tatap muka yang ditargetkan berlangsung April. Trump menyebut percakapan itu panjang dan bernada positif, sementara Beijing menekankan bahwa isu Taiwan tetap “garis merah” yang harus ditangani Washington dengan sangat hati-hati.

Dari sisi ekonomi, Trump mengklaim pembicaraan menghasilkan sinyal konkret soal pembelian komoditas AS. Ia menyebut China akan meningkatkan pembelian kedelai AS — dari kisaran 12 juta ton menuju 20 juta ton untuk musim saat ini, dan bahkan menargetkan 25 juta ton untuk musim berikutnya. Trump juga mengatakan ada pembahasan terkait pembelian minyak & gas serta pengiriman komponen industri seperti mesin pesawat.

Namun, nada Beijing soal Taiwan jauh lebih tegas. Pernyataan China menegaskan Xi meminta AS menangani penjualan senjata ke Taipei dengan “kehati-hatian maksimal” dan menekankan Beijing tidak akan membiarkan Taiwan “dipisahkan”. Ini muncul di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya padam setelah AS meloloskan paket penjualan senjata besar ke Taiwan yang memicu kritik keras dari China.

Trump juga menyampaikan rencana pertemuan lanjutan tahun ini. Dalam wawancara terpisah, ia menyebut pembicaraan berlangsung sekitar satu jam dan selain rencana kunjungan Trump ke China pada musim semi, Xi disebut mempertimbangkan kunjungan balasan ke Washington menjelang akhir tahun.

Walau “tone”-nya positif, perbedaan cara kedua pihak menggambarkan isu Taiwan menunjukkan gesekan strategis masih ada. Pasar juga menilai hubungan AS–China saat ini berada di mode “stabil tapi rapuh”: kedua pemimpin ingin meredakan konflik dagang, tapi isu keamanan (Taiwan, rantai pasok, teknologi) tetap berpotensi memantik ketegangan kapan saja.

Ke depan, fokusnya akan mengarah ke agenda April dan apakah komunikasi ini berubah jadi langkah nyata (misalnya realisasi pembelian komoditas dan perbaikan iklim dagang), atau kembali mentok di isu sensitif seperti Taiwan. Untuk saat ini, sinyalnya jelas: dagang digenjot, tapi Taiwan tetap jadi titik panas yang bisa membatasi ruang kompromi.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai