Warsh Makin Dekat? Pasar Langsung Bereaksi
Pemerintahan Trump disebut sedang menyiapkan langkah agar Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya, menurut sumber yang mengetahui prosesnya. Meski begitu, keputusan disebut belum final sampai Trump mengumumkan secara resmi.
Trump sendiri mengatakan ia akan mengumumkan pilihannya Jumat pagi, menutup spekulasi yang sudah berbulan-bulan soal siapa pengganti Jerome Powell. Trump juga memberi petunjuk bahwa sosoknya “tidak terlalu mengejutkan” dan dikenal luas di dunia keuangan.
Warsh adalah mantan gubernur The Fed (pernah menjabat 2006–2011) dan pernah masuk radar Trump pada 2017, namun saat itu Trump memilih Powell. Jika terpilih dan lolos konfirmasi, Warsh akan menggantikan Powell yang masa jabatan ketuanya berakhir Mei.
Sumber juga menyebut Warsh sempat datang ke Gedung Putih pada Kamis, yang makin menguatkan dugaan ia kandidat terkuat. Sementara di pasar prediksi, peluang Warsh melonjak dibanding nama lain.
Nama lain dalam daftar pendek Trump antara lain Kevin Hassett, Christopher Waller, dan Rick Rieder. Proses seleksi disebut dipantau ketat karena Trump ingin figur yang tetap “diterima pasar” namun sejalan dengan keinginannya untuk memotong suku bunga lebih cepat.
Reaksi pasar langsung terasa: ketika taruhan pada Warsh menguat, saham melemah, yield obligasi naik, dan dolar menguat. Investor menilai Warsh punya reputasi lebih hawkish (cenderung ketat terhadap inflasi), meski belakangan ia juga bicara mendukung suku bunga lebih rendah.
Dampaknya ke emas: dolar dan yield yang naik biasanya jadi “angin lawan” buat emas, karena emas tidak memberi imbal hasil dan jadi relatif kurang menarik saat imbal hasil obligasi naik. Itu sebabnya, di tengah rumor Warsh menguat, logam mulia cenderung tertekan meski narasi safe haven masih ada.(asd)
Sumber: Newsmaker.id