Usai Venezuela, AS Bersitegang dengan Kolombia dan Kuba
Dalam beberapa hari terakhir, hubungan AS dan Kolombia mengalami ketegangan serius setelah AS secara militer menyerang Venezuela dan Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa negara-negara lain di kawasan, termasuk Kolombia, bisa menjadi target tindakan lanjutan jika dianggap perlu.
Presiden Gustavo Petro dari Kolombia bereaksi keras terhadap ancaman ini, termasuk pernyataan Trump yang menyebut Kolombia sebagai “sangat sakit” karena isu narkoba dan kemungkinan tindakan serupa terhadap negara itu.
Petro bahkan memerintahkan siaga nasional untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.
Pernyataan pemerintah Kolombia juga menggarisbawahi bahwa, meskipun ada ketegangan antarpemimpin, Bogota tetap ingin bekerja sama dengan AS dalam pemberantasan narkoba, terutama melalui koordinasi intelijen dan teknologi untuk memerangi jaringan kriminal.
Namun, pernyataan resmi dari pihak Kolombia juga menunjukkan bahwa militer siap mempertahankan wilayahnya terhadap kemungkinan agresi dari luar, menegaskan hak kedaulatan di bawah hukum internasional.
Secara keseluruhan, hubungan AS–Kolombia saat ini berada di fase paling tegang dalam beberapa tahun terakhir, dengan dialog diplomatik yang rapuh dan campuran retorika provokatif serta kerja sama kontradiktif di bidang keamanan.
Hubungan AS dan Kuba juga semakin memburuk, terutama setelah serangan AS di Venezuela yang menewaskan 32 warga Kuba. Kuba menyatakan masa berkabung nasional atas tewasnya warganya dalam operasi tersebut, yang memperburuk ketegangan antarnegara.
Cuba secara historis mengalami embargo ekonomi dan sanksi yang ketat dari AS sejak lama, dan kebijakan ini tetap berlaku di bawah pemerintahan saat ini. Embargo tersebut mencakup pembatasan perdagangan, larangan investasi, kontrol visa, dan pembatasan lainnya yang membuat hubungan bilateral tetap sangat tegang.
Setelah serangan di Venezuela, pemerintah Kuba menegaskan bahwa mereka siap mempertahankan diri terhadap agresi AS, dan retorika anti-intervensi semakin menguat dalam pidato pejabat Kuba.
Trump dan pejabat AS juga secara terbuka menyatakan keinginan untuk melihat perubahan rezim di Kuba, menghubungkannya dengan tekanan yang lebih luas di kawasan.
Gambaran Umum Saat Ini
Kolombia
Ketegangan dengan AS meningkat karena ancaman militer dan tuduhan retoris dari Presiden Trump.
Namun kerja sama anti-narkoba tetap dinyatakan oleh pejabat Kolombia meski diplomasi sedang tegang.
Kolombia siap mempertahankan kedaulatan negaranya.
Kuba
Relasi dengan AS tetap memburuk pasca operasi militer di Venezuela yang menewaskan personel Kuba.
Embargo AS masih kuat dan politik bilateral tetap dingin.
Ancaman dan tekanan rezim tetap menjadi fokus kebijakan AS.
Kesimpulan Singkat
Hubungan antara AS, Kolombia, dan Kuba berada pada titik ketegangan tinggi dengan nuansa kebijakan yang kompleks:
Kolombia: Retorika keras dari AS + kesiapan Bogota → hubungan diplomatik tegang tapi tetap ada elemen kerja sama keamanan.
Kuba: Konfrontasi makin tajam pasca insiden Venezuela + embargo yang berlanjut → hubungan diplomatik tetap sangat buruk.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id