Angka NFP Bisa Bikin Market Berlawanan
Pasar bersiap menyambut rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Mei yang dijadwalkan keluar pada Jumat pukul 12:30 GMT. Laporan ini menjadi sorotan karena investor ingin memastikan apakah pasar tenaga kerja masih cukup solid untuk mendukung sikap The Fed yang semakin hawkish di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Konsensus memperkirakan penambahan pekerjaan hanya sekitar 85.000 pada Mei, melambat dari 115.000 pada April. Perlambatan ini mengarah pada pasar kerja yang tetap bertambah namun tidak sekuat bulan sebelumnya, sejalan dengan pandangan bahwa ekonomi AS bertahan, tetapi mulai menunjukkan tanda moderasi di beberapa indikator.
Di sisi lain, tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil di 4,3%. Stabilnya pengangguran menjaga narasi bahwa pasar kerja belum melemah signifikan, sehingga ruang The Fed untuk mengendurkan kebijakan tetap terbatas, terutama ketika inflasi masih berada di area yang tidak nyaman bagi bank sentral.
Rilis NFP kali ini juga datang saat arah komunikasi The Fed dinilai lebih “agresif” seiring kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh. Karena itu, pasar tidak hanya fokus pada angka headline, tetapi juga komponen yang menunjukkan kekuatan mendasar seperti dinamika perekrutan dan sinyal tekanan upah, untuk menilai apakah peluang pengetatan tambahan kembali membesar di paruh kedua tahun ini.
Dengan perhatian pasar yang masih tertuju pada inflasi, laporan ketenagakerjaan dinilai hanya akan menekan dolar secara berarti jika hasilnya benar-benar mengecewakan. Artinya, data yang sekadar “sedikit lebih lemah” bisa saja tidak cukup untuk mengubah pricing suku bunga, sementara angka yang kuat dapat memperkuat ekspektasi kebijakan ketat lebih lama.
Dampak pasar: NFP yang lebih kuat dari perkiraan cenderung mengangkat dolar karena pasar menaikkan probabilitas suku bunga lebih tinggi lebih lama; kondisi ini biasanya menekan emas karena emas tidak memberi imbal hasil. Untuk minyak, data tenaga kerja yang kuat bisa membantu dari sisi narasi permintaan, tetapi responsnya tetap akan berbenturan dengan headline geopolitik dan jalur pasokan energi. Sebaliknya, NFP yang lebih lemah berpotensi melemahkan dolar dan memberi ruang pemulihan emas, sementara minyak bisa ikut tertekan lewat kekhawatiran permintaan—meski pergerakannya tetap sangat dipengaruhi faktor Timur Tengah.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id