
Trending

Hangseng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng ditutup melemah pada perdagangan Kamis (8/10). Indeks turun 167 poin atau 0,69% ke level 23.963,31. Pelemahan juga terjadi pada Hang Seng China Enterprises Index yang turun 0,3%, sementara Hang Seng Tech terkoreksi lebih dalam sebesar 1,9% menjadi 4.113.
Tekanan terhadap saham Hong Kong terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar global. Kenaikan harga minyak yang kembali menembus level tinggi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sementara kenaikan imbal hasil Treasury Amerika Serikat membuat investor kembali memperhitungkan kemungkinan suku bunga bertahan tinggi lebih lama. Kondisi tersebut cenderung memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk saham teknologi.
Sektor teknologi menjadi salah satu sumber tekanan terbesar pada perdagangan hari ini. Tencent turun sekitar 1%, Alibaba melemah 0,8%, sedangkan SMIC merosot 5,1%. Pelemahan saham teknologi menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap sektor yang memiliki valuasi relatif sensitif terhadap perubahan suku bunga dan imbal hasil obligasi.
Sentimen domestik Hong Kong juga belum sepenuhnya mendukung penguatan pasar. Aktivitas sektor swasta Hong Kong tercatat masih berada di zona kontraksi, dengan PMI September turun menjadi 49,2 dari 49,5 pada Agustus. Angka di bawah 50 menunjukkan aktivitas bisnis masih mengalami kontraksi dan menjadi tambahan tekanan bagi sentimen investor.
Di sisi lain, perhatian investor kini beralih ke kembalinya pasar saham China daratan setelah libur panjang National Day. Pembukaan kembali bursa China berpotensi meningkatkan arus dana dan aktivitas perdagangan di Hong Kong. Namun, dengan harga minyak yang masih tinggi, yield AS yang meningkat, serta tekanan pada saham teknologi, pergerakan Hang Seng masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global dalam waktu dekat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id