
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/JPY bergerak stabil di sekitar 158,37 pada perdagangan Selasa (20/10)di sesi Asia. Pergerakan yen masih tertahan oleh kenaikan yield obligasi AS, sementara investor memilih menunggu data inflasi konsumen Jepang yang akan dirilis Jumat untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Bank of Japan (BoJ).
Dari Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi membantah anggapan bahwa pemerintahnya menjadi penyebab pelemahan yen dan tingginya suku bunga. Ia mengatakan pemerintah akan memperkuat kepercayaan terhadap mata uang domestik melalui penguatan ekonomi serta mengendalikan penerbitan obligasi pemerintah Jepang dalam anggaran tahun fiskal berikutnya.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda juga memberikan sinyal yang cenderung hawkish dengan menyebut inflasi yang mendasari semakin mendekati target 2%. Ueda memperingatkan bahwa yield obligasi pemerintah Jepang jangka panjang dapat meningkat jika pasar menilai BoJ tidak menaikkan suku bunga pada kecepatan yang tepat.
Sementara itu, dari AS, yield Treasury yang kembali meningkat memberikan dukungan terhadap dolar. Namun, pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, sementara peluang kenaikan pada Desember tetap tinggi. Kondisi ini membuat perbedaan kebijakan moneter AS dan Jepang masih menjadi faktor penting bagi USD/JPY.
Data inflasi Jepang pada Jumat menjadi katalis berikutnya. Kenaikan inflasi yang lebih kuat dapat memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dan memberikan dukungan bagi yen. Sebaliknya, jika inflasi tidak menunjukkan penguatan signifikan, pasar dapat kembali menilai bahwa normalisasi kebijakan BoJ akan berlangsung secara bertahap.
Analisis Newsmaker: USD/JPY saat ini masih berada dalam tarik-menarik antara yield AS yang tinggi dan potensi pengetatan BoJ. Sikap Ueda yang sedikit lebih hawkish memberikan peluang bagi yen untuk menguat, tetapi ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ yang bertahap membuat ruang penguatan tersebut masih terbatas. Dalam jangka pendek, data CPI Jepang dan arah yield Treasury akan menjadi kunci pergerakan pasangan ini. (asd)
Sumber: Newsmaker.id