
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak datar di sekitar US$4.140 per troy ounce pada perdagangan Selasa (20/10) sesi Asia. Dalam hampir tiga pekan terakhir, emas bergerak dalam rentang yang cukup terbatas karena kenaikan harga minyak membatasi ruang penguatan, sementara permintaan terhadap obligasi AS sebelumnya membantu menopang logam mulia.
Tekanan kembali muncul setelah yield Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,15%. Kenaikan yield membuat aset berbasis dolar dengan imbal hasil menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati terhadap peluang kenaikan emas dalam jangka pendek.
Perhatian pasar juga mulai beralih ke laporan kinerja perusahaan teknologi besar AS. Meta dijadwalkan menjadi salah satu perusahaan teknologi besar pertama yang melaporkan kinerja kuartal ketiganya, disusul Microsoft, Amazon, dan Google. Besarnya belanja modal untuk pengembangan infrastruktur AI menjadi sorotan karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi sekaligus arah yield Treasury.
Sebelumnya, kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi AI justru mendorong investor masuk ke obligasi pemerintah AS sehingga yield sempat turun. Namun, jika laporan kinerja perusahaan teknologi menunjukkan investasi AI masih kuat, tekanan terhadap yield dapat kembali meningkat dan berpotensi membatasi daya tarik emas.
Di sisi lain, harga minyak masih mendapatkan premi risiko geopolitik akibat konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran Iran memperluas blokade hingga kawasan Bab el-Mandeb dan Terusan Suez meningkatkan risiko terhadap pasokan energi. Kenaikan harga minyak dapat kembali memperbesar tekanan inflasi dan membuat prospek kebijakan moneter The Fed semakin kompleks.
Analisis Newsmaker: Emas saat ini berada dalam posisi wait and see. Di satu sisi, risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi masih menjadi penopang permintaan safe haven. Namun, yield Treasury yang kembali naik dan potensi berlanjutnya investasi AI menjadi hambatan bagi emas. Dengan The Fed memasuki periode blackout, perhatian pasar akan tertuju pada pergerakan yield, harga minyak, serta laporan perusahaan teknologi untuk menentukan arah emas berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id