
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Mata uang euro kembali menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (19/10/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi keuangan Prancis dan ketegangan geopolitik. Pasangan EUR/USD sempat turun hingga 0,5% ke level 1,1183 pada sesi perdagangan Asia, sebelum memangkas lebih dari separuh kerugiannya. Pelemahan ini menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap euro kembali meningkat, meskipun mata uang Eropa tersebut sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada akhir pekan lalu.
Kekhawatiran pasar terlihat dari meningkatnya permintaan perlindungan terhadap risiko penurunan euro melalui pasar opsi. Indikator risk reversal tenor satu minggu melebar hingga 46 basis poin, menunjukkan bahwa biaya perlindungan terhadap pelemahan euro semakin mahal dibandingkan perlindungan terhadap kenaikannya. Padahal, pada Jumat sebelumnya, indikator tersebut hanya berada di level 5 basis poin, yang mencerminkan sentimen negatif paling rendah dalam sebulan terakhir. Perubahan tajam ini menandakan investor kembali mengantisipasi risiko penurunan EUR/USD.
Tekanan terhadap euro semakin besar akibat meluasnya demonstrasi di Prancis yang memicu kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara tersebut. Investor mencemaskan kemampuan pemerintah Prancis menjaga stabilitas anggaran di tengah meningkatnya ketidakpastian politik. Sebagai salah satu ekonomi terbesar di zona euro, gangguan terhadap kepercayaan investor di Prancis berpotensi memengaruhi sentimen terhadap mata uang bersama Eropa secara keseluruhan.
Selain persoalan domestik Eropa, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Ukraina turut menambah ketidakpastian pasar. Perkembangan geopolitik tersebut mendorong investor lebih berhati-hati dalam memegang aset berisiko, termasuk euro. Data awal Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) juga menunjukkan bahwa sekitar tiga dari empat transaksi opsi standar yang tercatat sejauh ini mengarah pada antisipasi pelemahan euro. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih cenderung bersiap menghadapi kemungkinan penurunan lebih lanjut.
Ke depan, pergerakan EUR/USD diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan politik Prancis, konflik geopolitik, dan perubahan kekuatan dolar AS. Jika ketidakpastian terus meningkat, euro berisiko kembali menguji area 1,1183 yang menjadi titik terendah pada sesi Asia. Sebaliknya, apabila kekhawatiran pasar mereda dan dolar AS melemah, euro berpeluang melanjutkan pemulihan. Bagi investor, meningkatnya permintaan perlindungan terhadap pelemahan euro menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang Eropa belum sepenuhnya berakhir.