
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak melemah pada perdagangan sesi Asia, Jumat (16/10/2026), setelah gagal mempertahankan penguatan signifikan yang tercatat pada sesi sebelumnya. Euro terkoreksi dari level tertinggi mingguan di sekitar 1,1240 seiring pulihnya permintaan terhadap dolar Amerika Serikat. Meski demikian, tekanan jual masih relatif terbatas karena EUR/USD mampu bertahan di atas level psikologis 1,1200. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang diperkirakan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Perhatian investor tertuju pada pernyataan Warsh dalam pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group di Bangkok. Pidato tersebut dinilai penting setelah data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada Desember. Prospek biaya pinjaman yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan euro terhadap mata uang Amerika tersebut.
Dukungan terhadap dolar juga datang dari stabilisasi imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven kembali meningkat. Kombinasi ekspektasi kebijakan moneter ketat dan kekhawatiran risiko global menjadi faktor yang menekan EUR/USD. Sementara itu, dari kawasan Eropa, kekhawatiran mengenai krisis utang Prancis turut membatasi minat beli terhadap euro karena berpotensi menimbulkan ketidakpastian fiskal dan memengaruhi kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Zona Euro.
Ke depan, arah pergerakan EUR/USD diperkirakan sangat bergantung pada nada pernyataan Ketua The Fed serta respons pasar obligasi Amerika Serikat. Jika Warsh memberikan sinyal hawkish atau mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan, dolar AS berpotensi memperoleh dorongan tambahan sehingga EUR/USD berisiko menembus area 1,1200. Sebaliknya, apabila pernyataannya lebih berhati-hati terhadap risiko perlambatan ekonomi, euro berpeluang kembali menguji area 1,1240. Dengan kondisi fundamental yang masih dinamis, volatilitas pasar valuta asing diperkirakan meningkat seiring investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter global.
Dampak terhadap Market
- EUR/USD: Berpotensi mengalami tekanan lanjutan apabila dolar AS menguat. Area 1,1200 menjadi support psikologis, sedangkan 1,1240 menjadi resistance terdekat berdasarkan pergerakan dalam laporan.
- US Dollar (DXY): Berpeluang mendapat dukungan apabila pernyataan Warsh memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
- Gold (XAU/USD): Berisiko tertekan jika dolar dan yield Treasury menguat, tetapi permintaan safe haven dapat membatasi pelemahan.
- Pasar Obligasi AS: Pernyataan hawkish berpotensi mendorong kenaikan yield Treasury dan meningkatkan volatilitas pasar valuta asing.