
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia masih menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan pasangan AUD/USD bergerak terbatas di kisaran 0,6920–0,6925 selama sesi Asia. Pergerakan tersebut terjadi setelah Aussie gagal melanjutkan pemulihan dari level di bawah 0,6900 yang sebelumnya menjadi posisi terendah sejak awal Juli. Penguatan kembali dolar AS, ketidakpastian geopolitik, serta melemahnya prospek kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan mata uang Australia. Investor kini mengambil sikap hati-hati menjelang pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Perhatian pasar tertuju pada pidato Warsh dalam pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group di Bangkok, terutama setelah inflasi AS menunjukkan peningkatan akibat tekanan harga energi. Data inflasi konsumen (CPI) dan harga produsen (PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga pada Desember, dengan probabilitas yang diperkirakan pasar mencapai lebih dari 90%. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS mulai stabil setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Kondisi tersebut, bersama meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah, kembali mendukung permintaan dolar AS sebagai aset safe haven sekaligus membatasi peluang penguatan AUD/USD.
Tekanan terhadap dolar Australia semakin besar setelah data ketenagakerjaan domestik menunjukkan pelemahan signifikan. Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan jumlah tenaga kerja Australia pada September turun 39.300 orang, berbanding terbalik dengan perkiraan pasar yang mengantisipasi penambahan 20.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 4,7% dari 4,6% pada Agustus. Pelemahan pasar tenaga kerja tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh RBA karena kondisi ekonomi domestik mulai memperlihatkan tanda perlambatan. Prospek kebijakan moneter Australia yang relatif lebih berhati-hati dibandingkan The Fed menjadi tekanan tambahan bagi Aussie di pasar valuta asing.
Ke depan, pergerakan AUD/USD diperkirakan masih menghadapi kecenderungan bearish selama dolar AS mempertahankan kekuatannya dan ekspektasi kebijakan moneter kedua negara bergerak semakin berbeda. Area psikologis 0,6900 menjadi level penting yang perlu diperhatikan karena penembusan berkelanjutan di bawahnya dapat meningkatkan tekanan jual terhadap dolar Australia. Sebaliknya, apabila pernyataan Warsh lebih berhati-hati dan menyebabkan pelemahan dolar AS, AUD/USD berpeluang melakukan pemulihan terbatas. Namun, dengan kondisi fundamental Australia yang melemah serta ketidakpastian geopolitik global, setiap kenaikan jangka pendek masih berisiko menghadapi tekanan jual. Pasangan mata uang tersebut juga berada di jalur penurunan mingguan moderat, yang berpotensi menjadi penutupan negatif keempat dalam lima pekan terakhir.