
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
==============================================================================
Dolar Aussie kembali menguat terhadap dolar AS (AS) pada perdagangan Rabu (21/10), memperpanjang tren kenaikan selama empat hari berturut-turut. Pasangan mata uang AUD/USD naik 0,42% menjadi 0,7025, sekaligus mencatat level tertinggi dalam satu bulan terakhir setelah sebelumnya sempat terpuruk di bawah 0,6900 pada pekan lalu. Penguatan ini didorong meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA), menyusul pernyataan sejumlah pejabat bank sentral yang mengindikasikan bahwa tekanan inflasi masih memerlukan perhatian serius.
Sentimen positif terhadap dolar Australia semakin menguat setelah Asisten Gubernur RBA Christopher Kent menyatakan bahwa tingkat suku bunga netral berpotensi meningkat, baik di Australia maupun secara global. Sementara itu, Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser memperingatkan bahwa inflasi inti Australia pada kuartal ketiga berisiko melampaui perkiraan. Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga dalam pertemuan RBA pada 3 November mendatang. Dukungan tambahan datang dari China, mitra dagang terbesar Australia, setelah pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga melampaui ekspektasi pasar. Kondisi ini meningkatkan optimisme terhadap permintaan komoditas dan prospek ekspor Australia.
Di sisi lain, dolar AS belum mampu membendung penguatan AUD/USD meskipun ketidakpastian geopolitik Timur Tengah masih berlangsung. Harapan dimulainya kembali pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran turut mengurangi sebagian permintaan terhadap dolar sebagai aset aman. Namun, risiko konflik yang belum sepenuhnya mereda membuat investor tetap berhati-hati. Pelaku pasar kini menantikan rilis awal Purchasing Managers' Index (PMI) global pada Jumat, serta pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS dan prospek pergerakan dolar Australia selanjutnya.
Point of View Newsmaker
Penguatan AUD/USD selama empat hari berturut-turut menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga Australia menjadi katalis utama yang meningkatkan daya tarik dolar Australia di tengah ketidakpastian global. Sikap hawkish RBA berpotensi memperkuat AUD, terutama apabila pasar semakin yakin bank sentral akan menaikkan suku bunga pada November. Pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan juga menjadi dukungan penting karena Australia memiliki ketergantungan besar terhadap permintaan ekspor komoditas dari China.
Dari sisi teknikal, AUD/USD kini menghadapi resistance psikologis di area 0,7050. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju 0,7100 berpotensi terbuka. Sebaliknya, apabila momentum beli melemah, pasangan mata uang ini berisiko terkoreksi menuju support 0,7000 hingga 0,6950. Area tersebut merupakan skenario pemantauan, bukan kepastian pergerakan harga.
Kesimpulan Newsmaker: Dolar Australia masih menunjukkan kecenderungan bullish dalam jangka pendek, didukung ekspektasi pengetatan moneter RBA dan membaiknya prospek ekonomi China. Namun, keputusan The Fed pekan depan dapat menjadi penentu keberlanjutan penguatan. Jika The Fed mempertahankan sikap hawkish yang lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali menguat dan membatasi kenaikan AUD/USD. (arl)
Sumber: Newsmaker.id