
Trending

AUD/USD
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia kembali melemah pada perdagangan Rabu (7/10), dengan pasangan AUD/USD bergerak di sekitar 0,6970 pada awal sesi Asia. Pelemahan ini mengakhiri penguatan selama tiga hari berturut-turut, ketika investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Di saat yang sama, perhatian pasar beralih ke FOMC Minutes yang akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan The Fed.
Ekspektasi kenaikan suku bunga RBA pada November menurun cukup tajam setelah data inflasi Australia terbaru sesuai dengan perkiraan pasar. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hanya sekitar 20%, sehingga kemungkinan RBA mempertahankan kebijakan moneternya menjadi lebih besar. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik AUD dan membuat mata uang Australia kembali berada di bawah tekanan.
Dari Amerika Serikat, situasinya justru mulai lebih kompleks. Data PCE yang lebih lemah dari perkiraan dan laporan NFP September yang hanya menunjukkan tambahan 29.000 pekerjaan membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Saat ini, pasar memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di sekitar 80%. Secara teori, kondisi tersebut seharusnya menjadi katalis positif bagi AUD/USD karena dapat menekan dolar AS.
Namun, sejumlah pejabat The Fed masih memberikan sinyal hawkish. Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid mengatakan suku bunga mungkin masih perlu dinaikkan untuk memastikan inflasi kembali turun. Pernyataan seperti ini membuat pasar belum sepenuhnya yakin bahwa siklus pengetatan The Fed telah berakhir. Karena itu, FOMC Minutes menjadi penting untuk melihat apakah pandangan hawkish masih dominan di dalam komite atau mulai muncul kekhawatiran yang lebih besar terhadap perlambatan ekonomi.