
Trending
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dilaporkan berhasil mengambil posisi strategis di dekat Selat Bab el-Mandeb dalam upaya merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi yang didukung Iran. Pasukan pemerintah disebut telah menguasai distrik Dhubab yang menghadap langsung ke jalur pelayaran tersebut dengan dukungan udara dari koalisi pimpinan Saudi. Namun, media yang berafiliasi dengan Houthi membantah adanya kemajuan signifikan dari pasukan pemerintah.
Pemerintah Yaman sebelumnya mengumumkan dimulainya operasi militer terhadap Houthi. Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengatakan operasi akan terus berlangsung hingga wilayah negara tersebut terbebas dari kelompok militan. Houthi masih menguasai sejumlah wilayah padat penduduk, termasuk ibu kota Sanaa dan kawasan barat laut Yaman, sehingga konflik berpotensi berlangsung dalam waktu yang panjang.
Perkembangan ini menjadi perhatian pasar energi karena Bab el-Mandeb merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Penguasaan wilayah di sekitar selat tersebut memberikan Houthi posisi strategis untuk mengganggu lalu lintas kapal. Jika konflik kembali meluas, risiko terhadap pengiriman minyak dan produk energi melalui Laut Merah dapat meningkat, terutama ketika jalur energi lain di kawasan, seperti Selat Hormuz, juga masih menghadapi ketidakpastian.
Situasi semakin kompleks karena Iran masih mempertahankan posisi keras terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Teheran menyatakan jalur tersebut belum akan kembali normal sebelum tujuh syarat dalam kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat pada Juni dipenuhi. Iran sebelumnya juga menawarkan pembukaan kembali Hormuz dan pemulihan lalu lintas maritim dalam waktu tujuh hari jika tuntutannya dipenuhi. Amerika Serikat telah memberikan respons melalui mediator Qatar, tetapi isi tanggapan tersebut belum diketahui secara terbuka.
Analisa Newsmaker :
Risiko energi kini tidak hanya datang dari Selat Hormuz, tetapi juga dari Bab el-Mandeb dan Laut Merah. Jika operasi militer Yaman meluas dan Houthi kembali meningkatkan serangan terhadap kapal atau infrastruktur energi, premi risiko geopolitik pada minyak berpotensi meningkat. Sebaliknya, kemajuan diplomasi Amerika Serikat-Iran dan keberhasilan pemerintah Yaman mengamankan Bab el-Mandeb dapat meredakan kekhawatiran pasokan. Untuk pasar minyak, perkembangan kedua jalur strategis ini akan menjadi salah satu katalis utama dalam menentukan arah harga berikutnya.
Sumber : Newsmaker.id