
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Inflasi Tokyo kembali meningkat tajam pada September, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) masih memiliki ruang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya. Indeks Harga Konsumen (IHK) inti Tokyo naik 2,7% secara tahunan, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 2,3% dan melonjak dari 1,8% pada bulan sebelumnya.
Kenaikan inflasi sebagian dipengaruhi oleh berakhirnya dampak sejumlah kebijakan pemerintah yang sebelumnya menekan harga, termasuk subsidi penitipan anak dan pembebasan biaya air selama musim panas. Normalisasi biaya tersebut membuat tekanan harga kembali terlihat lebih jelas pada data September.
Harga makanan olahan menjadi salah satu pendorong utama dengan kenaikan 3,6% secara tahunan. Perusahaan makanan dan minuman besar Jepang juga menaikkan harga ribuan produk selama September, menunjukkan tekanan biaya masih diteruskan kepada konsumen.
Selain makanan, biaya layanan air melonjak sekitar 66% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara biaya akomodasi berbalik naik 4,6% setelah sebelumnya mencatat penurunan. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan inflasi semakin meluas ke sejumlah komponen konsumsi.
Perkembangan ini menjadi perhatian penting bagi BOJ karena inflasi kembali bergerak di atas target 2%. Bank sentral sebelumnya telah mempercepat normalisasi kebijakan dengan melakukan kenaikan suku bunga kedua hanya dalam tiga bulan, interval kenaikan tercepat sejak 1990.
Analisis Newsmaker: Lonjakan inflasi Tokyo memperkuat alasan bagi BOJ untuk mempertahankan bias pengetatan. Jika tekanan harga nasional menunjukkan pola serupa, ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor pendukung bagi yen, meskipun arah mata uang Jepang tetap bergantung pada perbedaan kebijakan BOJ dan Federal Reserve.(gn)
Sumber: Newsmaker.id