
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda belum memberikan sinyal kuat bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 30 Oktober. Dalam pidatonya pada Selasa (6/10), Ueda kembali menegaskan bahwa BoJ akan terus menaikkan suku bunga dan mengurangi akomodasi moneter sesuai perkembangan ekonomi, inflasi, serta kondisi keuangan. Namun, ia tidak memberikan indikasi bahwa kenaikan berikutnya harus dilakukan dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut relatif sejalan dengan ekspektasi pasar yang saat ini memperkirakan BoJ akan mempertahankan kebijakan pada Oktober. Pasar menilai Ueda masih ingin menjaga fleksibilitas sambil menunggu perkembangan ekonomi dan inflasi Jepang. Dengan demikian, peluang kenaikan suku bunga secara beruntun setelah kenaikan sebelumnya masih dianggap cukup kecil.
Berdasarkan harga di pasar overnight index swaps, peluang kenaikan suku bunga BoJ pada Oktober hanya sekitar 12%. Namun, ekspektasi berubah cukup drastis ketika pasar melihat pertemuan Desember. Probabilitas kenaikan suku bunga hingga Desember berada di sekitar 90%, menunjukkan bahwa investor masih percaya normalisasi kebijakan BoJ akan berlanjut, hanya saja waktunya kemungkinan ditunda.
Dari sisi pasar valuta asing, sikap BoJ yang belum terlalu hawkish belum memberikan dorongan besar bagi Yen. USD/JPY masih berada di level tinggi karena selisih imbal hasil antara Jepang dan Amerika Serikat tetap lebar. Yield Treasury AS yang tinggi membuat dolar masih menarik bagi investor, sementara Yen membutuhkan sinyal pengetatan BoJ yang lebih kuat untuk mendapatkan momentum penguatan.
Newsmaker melihat, pesan utama Ueda bukan menutup peluang kenaikan suku bunga, tetapi lebih kepada menunda kepastian waktunya. Oktober kemungkinan masih menjadi fase menunggu data, sementara Desember kini menjadi target utama pasar untuk kenaikan berikutnya. Selama BoJ belum memberikan kejutan hawkish dan yield AS tetap tinggi, USD/JPY masih berpotensi bertahan di level tinggi, meski risiko koreksi Yen tetap terbuka jika ekspektasi kenaikan Desember semakin menguat.