
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September menunjukkan seluruh 19 pejabat Federal Reserve mendukung keputusan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4%. Yang lebih menarik, mayoritas pejabat menilai kenaikan suku bunga tambahan masih kemungkinan diperlukan hingga akhir tahun untuk menghadapi risiko inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. Ini menunjukkan bahwa sikap The Fed dalam rapat September masih cenderung hawkish.
Dalam risalah tersebut, sejumlah pejabat juga menilai momentum ekonomi Amerika Serikat mulai menguat. Kondisi pasar keuangan dinilai masih cukup mendukung pertumbuhan meskipun yield Treasury tenor panjang meningkat. Harga saham yang tinggi dan spread obligasi korporasi yang tetap rendah menunjukkan kondisi finansial belum cukup ketat untuk menekan aktivitas ekonomi secara signifikan. Artinya, The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan ketat jika tekanan inflasi kembali meningkat.
Namun, ekspektasi pasar saat ini sudah berubah cukup jauh dibandingkan ketika rapat September berlangsung. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 27-28 Oktober kini hanya sekitar 20%, turun dari sekitar 70% setelah keputusan September. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang mengatakan bank sentral masih memiliki waktu untuk melihat perkembangan ekonomi turut mendorong pasar mengurangi taruhan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Bagi Gold, isi FOMC Minutes ini menjadi sentimen yang cenderung negatif dalam jangka pendek. Jika pasar menilai The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga, dolar dan yield Treasury berpotensi menguat sehingga meningkatkan tekanan terhadap emas. Namun, perlu dicatat bahwa FOMC Minutes mencerminkan kondisi dan pandangan pejabat sebelum data NFP September yang sangat lemah dirilis. Karena itu, risalah tersebut belum memasukkan sepenuhnya perubahan kondisi pasar tenaga kerja yang terjadi setelah rapat.
Newsmaker melihat, reaksi Gold selanjutnya akan sangat bergantung pada pergerakan yield dan dolar, bukan hanya isi minutes. Jika yield kembali melonjak dan dolar menguat, emas berisiko menguji kembali area US$4.100. Sebaliknya, jika pasar menganggap data tenaga kerja terbaru lebih penting daripada nada hawkish dalam minutes, yield dapat kembali turun dan memberikan ruang bagi Gold untuk rebound menuju US$4.200. Jadi, meskipun FOMC Minutes terkesan hawkish, pertarungan sebenarnya masih berada pada bagaimana pasar menerjemahkan risalah tersebut ke dalam ekspektasi suku bunga berikutnya.
Sumber: newsmaker.id