
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly pada Selasa (6/10) mengatakan dirinya mendukung kenaikan suku bunga pada September karena risiko inflasi meningkat. Namun, keputusan suku bunga berikutnya akan sangat bergantung pada apakah tekanan ekonomi saat ini hanya bersifat sementara atau justru bertahan lebih lama.
Daly menyoroti tiga faktor utama yang dapat menentukan arah kebijakan The Fed, yaitu tarif, harga minyak akibat konflik Timur Tengah, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Jika ketiga faktor tersebut hanya memberikan dampak sementara terhadap inflasi, menurutnya The Fed mungkin tidak perlu kembali menaikkan suku bunga.
Sebaliknya, risiko kenaikan bunga masih terbuka jika berbagai tekanan tersebut saling bertumpuk atau berlangsung lebih lama. Daly mencontohkan kemungkinan munculnya gelombang tarif baru dari negosiasi perdagangan lanjutan yang dapat memperpanjang tekanan harga di perekonomian AS.
Perkembangan AI juga menjadi perhatian. Meningkatnya kebutuhan chip dan investasi infrastruktur teknologi berpotensi memperkuat permintaan sehingga dapat menambah tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat The Fed perlu melihat apakah ledakan investasi AI hanya menjadi faktor sementara atau berkembang menjadi tekanan harga yang lebih persisten.
Komentar Daly menunjukkan The Fed masih berada dalam posisi data-dependent. Meski dirinya melihat peluang tidak adanya kenaikan tambahan, keputusan tersebut sangat bergantung pada perkembangan inflasi, energi, tarif, dan kekuatan ekonomi AS dalam beberapa bulan mendatang.
Daly sendiri tidak memiliki hak suara dalam keputusan suku bunga tahun ini, tetapi tetap terlibat dalam pembahasan kebijakan FOMC. Pandangannya menjadi salah satu indikasi bahwa internal The Fed masih mempertimbangkan berbagai skenario sebelum menentukan langkah berikutnya.
Analisis Newsmaker:
Pernyataan Daly cenderung netral hingga sedikit dovish karena membuka kemungkinan siklus kenaikan bunga dihentikan apabila tekanan tarif, minyak, dan AI terbukti sementara. Namun, jika tekanan tersebut berlangsung lama dan mendorong inflasi kembali naik, ruang kenaikan suku bunga tetap terbuka. Bagi pasar, perkembangan inflasi dan energi akan menjadi kunci untuk menentukan arah Dolar AS, yield Treasury, dan emas.
Sumber : Newsmaker.id