
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat kembali menunjukkan perlambatan tajam. Nonfarm Payrolls (NFP) tercatat hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, berdasarkan laporan Bureau of Labor Statistics (BLS) pada Jumat. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar sekitar 90.000 pekerjaan, sekaligus menunjukkan bahwa momentum pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan tenaga.
Hasil tersebut menjadi kontras dengan data ADP yang sebelumnya menunjukkan sektor swasta AS menambah 90.000 pekerjaan pada September. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kondisi perekrutan di sektor swasta belum sepenuhnya tercermin dalam laporan payroll resmi pemerintah. Karena NFP menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan Federal Reserve, hasil malam ini akan menjadi bahan penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya.
NFP yang hanya tumbuh 29.000 juga berpotensi mengubah kembali ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Sebelumnya, pasar sempat meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan ketahanan. Namun, lemahnya penciptaan lapangan kerja dapat membuat perhatian kembali bergeser dari risiko inflasi menuju risiko perlambatan ekonomi dan pasar tenaga kerja.
Dari perspektif pasar, data tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap dolar AS dan yield Treasury apabila investor menilai The Fed memiliki alasan lebih besar untuk menahan kenaikan suku bunga. Sebaliknya, aset yang sensitif terhadap suku bunga seperti emas dapat memperoleh dukungan karena opportunity cost memegang bullion berpotensi menurun. Namun, arah akhir pasar tetap akan bergantung pada tingkat pengangguran, pertumbuhan upah, serta revisi data payroll sebelumnya.
Newsmaker melihat, NFP 29.000 menjadi sinyal penting bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Jika data pendukung lainnya, terutama pengangguran dan upah, juga menunjukkan pelemahan, tekanan terhadap USD dan yield dapat semakin besar dan memberikan ruang bagi gold untuk rebound. Sebaliknya, apabila komponen lain masih menunjukkan ketahanan, pasar dapat menilai perlambatan payroll ini belum cukup untuk mengubah sikap The Fed secara signifikan.
Sumber: Newsmaker.id