
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina, memicu pemadaman listrik di Kyiv dan sejumlah wilayah lain menjelang datangnya musim dingin. Serangan yang berlangsung pada Rabu tersebut menjadi salah satu serangan gabungan terbesar terhadap sistem energi Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Reuters melaporkan fasilitas energi dan infrastruktur di sekitar Kyiv serta wilayah lain menjadi sasaran serangan udara.
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut, termasuk seorang anak, sementara puluhan lainnya terluka. Operator jaringan listrik Ukraina memberlakukan pembatasan pasokan dan pemadaman di sejumlah daerah setelah serangan mengganggu sistem kelistrikan nasional. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap kemampuan Ukraina menjaga pasokan listrik dan pemanas ketika suhu mulai turun.
Pemerintah Ukraina menyebut serangan terbaru sebagai salah satu serangan paling intens terhadap sektor energi sejak berakhirnya musim pemanasan sebelumnya. Kyiv sejak beberapa bulan terakhir telah memperingatkan bahwa Rusia berpotensi meningkatkan serangan terhadap fasilitas kelistrikan menjelang musim dingin, sementara Ukraina juga menghadapi keterbatasan sistem pertahanan udara untuk menghadapi rudal dan drone berkecepatan tinggi.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut menargetkan pusat komunikasi di Kyiv, fasilitas energi yang menurut Moskow digunakan untuk mendukung produksi militer, serta infrastruktur pelabuhan di Izmail, wilayah Odesa. Pemerintah Rusia sebelumnya mengatakan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina merupakan respons terhadap serangan Ukraina terhadap fasilitas bahan bakar dan energi Rusia.
Eskalasi terbaru terjadi ketika upaya diplomatik untuk mengurangi intensitas perang masih belum menghasilkan kesepakatan yang stabil. Rusia dan Ukraina tetap saling melancarkan serangan terhadap fasilitas strategis, termasuk sektor energi dan bahan bakar. Serangan Ukraina terhadap kilang dan fasilitas energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir juga telah menambah tekanan terhadap pasokan bahan bakar domestik Rusia.
Memasuki musim dingin, infrastruktur energi diperkirakan tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Rusia-Ukraina. Serangan lanjutan berpotensi memperbesar risiko pemadaman listrik dan gangguan pemanas bagi masyarakat Ukraina, sementara perkembangan konflik juga terus menjadi perhatian pasar energi Eropa, terutama setelah harga gas kawasan meningkat tajam sepanjang 2026.
Sumber: Newsmaker.id