
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Tingkat pengangguran Amerika Serikat meningkat menjadi 4,2% pada September 2026, naik dari 4,1% pada Agustus dan sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 4,1%. Jumlah pengangguran bertambah 78.000 orang menjadi 7,11 juta, sementara laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 29.000, jauh di bawah ekspektasi sekitar 90.000 pekerjaan.
Namun, data tenaga kerja September menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Jumlah penduduk yang bekerja justru meningkat 406.000 menjadi 163,15 juta, sementara angkatan kerja bertambah lebih besar, yakni 485.000 menjadi 170,26 juta. Kondisi tersebut mendorong tingkat partisipasi angkatan kerja naik dari 61,6% menjadi 61,8%, sehingga kenaikan unemployment sebagian mencerminkan semakin banyak masyarakat yang kembali masuk dan mencari pekerjaan.
Tekanan juga terlihat dari sisi pertumbuhan upah. Rata-rata upah per jam hanya meningkat 0,1% secara bulanan, jauh di bawah ekspektasi 0,3%, sementara secara tahunan naik 3,0% dari 3,1% sebelumnya. Kombinasi penciptaan pekerjaan yang lemah, tingkat pengangguran yang meningkat, dan perlambatan upah memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum.
Meski demikian, gambaran pasar tenaga kerja belum sepenuhnya menunjukkan pelemahan di seluruh indikator. Rasio employment-to-population naik menjadi 59,2%, sementara tingkat pengangguran U-6 yang mencakup pengangguran, pekerja setengah menganggur, dan kelompok yang berada di luar angkatan kerja tetapi masih memiliki keterikatan dengan pasar kerja justru turun menjadi 7,6% dari 7,7%. Artinya, The Fed masih memiliki beberapa indikator yang perlu dipertimbangkan sebelum mengubah arah kebijakan secara signifikan.
Newsmaker melihat, kombinasi NFP 29.000, unemployment 4,2%, dan pertumbuhan upah 0,1% cenderung memperkuat narasi bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mendingin. Jika pasar menerjemahkan data ini sebagai alasan bagi The Fed untuk mengurangi tekanan pengetatan, USD dan yield Treasury berpotensi tertekan, sementara emas berpeluang mendapat dukungan. Namun, penguatan partisipasi tenaga kerja dan penurunan U-6 menunjukkan bahwa data ini memiliki sinyal campuran, sehingga respons pasar akan sangat bergantung pada bagaimana The Fed membaca keseluruhan kondisi tenaga kerja dan inflasi.
Sumber: newsmaker.id