Nikkei Tertekan, Saham Chip Anjlok
Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (16/7), dengan indeks Nikkei 225 turun 2,63% di akhir sesi Tokyo. Tekanan utama datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi yang menyeret pergerakan pasar secara luas.
Saham teknologi dan semikonduktor menjadi pemberat terbesar. Kioxia Holdings anjlok 15,03% ke level 62.110, disusul Ibiden yang turun 10,01% dan SUMCO melemah 9,07%. Tekanan di saham chip menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap prospek sektor teknologi Jepang.
Meski indeks utama melemah, beberapa saham tetap mencatat penguatan. Mitsubishi Motors menjadi salah satu saham terbaik setelah naik 6,43% ke level 389,20. BayCurrent Consulting juga menguat 5,83%, sementara Ryohin Keikaku naik 4,90% dan mencetak level tertinggi sepanjang masa.
Secara keseluruhan, saham yang melemah masih jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat di Tokyo Stock Exchange. Sebanyak 2.376 saham turun, 1.138 saham naik, dan 242 saham bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual terjadi cukup luas di pasar Jepang.
Di pasar komoditas, minyak mentah WTI turun tipis ke sekitar US$79,46 per barel, sementara Brent melemah ke US$84,60 per barel. Kontrak emas berjangka juga turun ke sekitar US$4.034,95 per troy ounce. Dari pasar valuta, USD/JPY bergerak tipis di sekitar 162,12.
Dampaknya ke market, pelemahan Nikkei menunjukkan investor masih sensitif terhadap tekanan di sektor chip dan pergerakan global. Jika saham semikonduktor terus tertekan, indeks Jepang berisiko melanjutkan koreksi. Namun, penguatan saham otomotif dan ritel seperti Mitsubishi Motors dan Ryohin Keikaku masih memberi sedikit penahan di tengah tekanan pasar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id