Saham Jepang Bervariasi, Bank Menguat Saat Teknologi Melemah
Saham Jepang bergerak bervariasi pada Rabu (17/6), dengan sektor perbankan menjadi penopang indeks sementara beberapa saham teknologi melemah. Investor menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve, sementara penurunan harga minyak akibat optimisme terhadap kesepakatan damai AS-Iran membantu menjaga sentimen pasar.
Topix naik 0,1% ke 3.995,22 pada pukul 09.23 waktu Tokyo, sedangkan Nikkei turun 0,2% ke 69.265,13. Dari 1.639 saham dalam indeks Topix, sebanyak 1.105 saham menguat, 465 melemah, dan 69 tidak berubah.
Mizuho Financial Group menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan Topix setelah sahamnya naik 2,5%. Penguatan saham perbankan memberi dukungan bagi pasar di tengah tekanan pada beberapa saham teknologi yang sebelumnya sensitif terhadap valuasi dan ekspektasi suku bunga global.
Kazunori Tatebe, chief strategist Daiwa Asset Management, mengatakan sektor-sektor yang sebelumnya menghadapi tekanan kuat dari situasi Timur Tengah diperkirakan dapat berkinerja relatif lebih baik setelah harga minyak turun. Penurunan crude meredakan kekhawatiran inflasi dan memberi ruang bagi rotasi ke sektor siklikal.
Tatebe juga menilai keputusan kebijakan dan konferensi pers Bank of Japan tidak menimbulkan gangguan berarti bagi pasar saham. Kenaikan suku bunga masih berada dalam rentang pergerakan terbaru, sementara yen tetap relatif stabil, sehingga dampaknya terhadap ekuitas Jepang terbatas.
Perhatian berikutnya tertuju pada The Fed. Pasar menilai kemungkinan The Fed memberi sinyal kuat kenaikan suku bunga masih rendah, sehingga risiko reaksi negatif besar dari pasar saham juga dinilai terbatas. Namun, nada kebijakan tetap penting karena dapat memengaruhi yield global, yen, dan saham teknologi.
Sentimen terhadap saham berbasis AI diperkirakan tetap menjadi faktor utama setelah pertemuan FOMC. Di saat yang sama, membaiknya situasi Timur Tengah dan turunnya harga minyak dapat mendorong minat beli melebar ke saham siklikal. Fokus pasar akan tertuju pada sinyal The Fed, arah yen, pergerakan harga minyak, dan keberlanjutan rotasi sektor di bursa Jepang.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id