Hang Seng Menguat Ditopang Saham Teknologi
Newsmaker.id - Indeks Hang Seng menguat 0,8% atau sekitar 192 poin ke level 24.367 pada perdagangan Senin (13/7). Kenaikan saham teknologi dan properti mampu mengimbangi kekhawatiran baru terhadap kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Sentimen investor masih dibayangi sikap hati-hati setelah harga minyak meningkat dan kontrak berjangka saham Amerika Serikat melemah menyusul serangan terbaru AS terhadap Iran. Ketidakjelasan mengenai status pelayaran melalui Selat Hormuz turut menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.
Saham properti Hong Kong mendapatkan dukungan menjelang peluncuran sejumlah proyek perumahan baru oleh pengembang besar, termasuk Sun Hung Kai Properties dan Wheelock Properties. Peluncuran tersebut dilakukan meskipun pertumbuhan harga rumah diperkirakan akan berlangsung lebih moderat.
Sentimen pasar juga diperkuat oleh kabar bahwa Shein telah memperoleh persetujuan regulator sekuritas China untuk melanjutkan rencana penawaran saham perdana di Hong Kong. Persetujuan tersebut membuka jalan bagi salah satu pencatatan saham terbesar di kota itu dalam beberapa tahun terakhir. Saham Sun Hung Kai Properties naik 1,1%, Tencent menguat 0,7%, Lenovo bertambah 0,9%, sementara Knowledge Atlas Technology melonjak 4,9%. Knowledge Atlas tercatat di Bursa Hong Kong dengan kode saham 2513.
Dampak terhadap Market :
Hang Seng: Indeks berpeluang mempertahankan penguatan selama saham teknologi dan properti tetap mendapat dukungan. Namun, kenaikan masih rentan berbalik apabila konflik Iran semakin meluas.
Sektor properti: Peluncuran proyek perumahan baru dapat memperbaiki sentimen terhadap pengembang Hong Kong, meskipun perlambatan kenaikan harga rumah tetap menjadi risiko.
Saham teknologi: Penguatan Tencent, Lenovo, dan emiten teknologi lainnya menunjukkan minat investor terhadap sektor pertumbuhan masih terjaga.
Pasar IPO Hong Kong: Persetujuan terhadap rencana IPO Shein berpotensi meningkatkan aktivitas pencatatan saham dan memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat penghimpunan dana.
Minyak dan geopolitik: Kenaikan harga minyak serta ketidakpastian Selat Hormuz dapat menekan sentimen risiko, meningkatkan biaya perusahaan, dan membatasi kenaikan bursa Asia.(CP)