Hang Seng Catat Penurunan Terbesar Sejak 2 Feb
Indeks Hang Seng kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan di Hong Kong hari Jumat (13/2), turun 1,7% atau 465,42 poin ke level 26.567,12. Penurunan ini menjadi yang paling besar sejak 2 Februari, ketika indeks sempat jatuh 2,2%, menandakan tekanan jual kembali menguat dan sentimen pasar sedang defensif.
Aksi jual hari ini terlihat cukup berat karena digerakkan oleh saham-saham berkapitalisasi besar. HSBC Holdings Plc tercatat memberi kontribusi penurunan paling besar terhadap indeks setelah merosot 2,7%. Di sisi lain, Zijin Mining Group Co. menjadi yang turun paling dalam, anjlok 7,6%, mempertegas tekanan pada saham-saham tertentu yang sensitif terhadap perubahan sentimen risiko dan arah komoditas.
Yang membuat koreksi ini terasa “serius” adalah luasnya pelemahan di dalam indeks. Dari 88 saham penyusun Hang Seng, sebanyak 68 saham turun, hanya 16 saham naik, sementara sisanya stagnan. Seluruh sektor tercatat berada di zona merah, dengan saham-saham keuangan memimpin penurunan. Kondisi ini mengindikasikan tekanan tidak bersifat lokal pada satu-dua saham, melainkan menyebar ke berbagai sektor.
Dengan komposisi penurunan yang meluas, pergerakan Hang Seng hari ini menunjukkan pasar sedang menekan eksposur risiko, terutama pada saham-saham yang selama ini menjadi penopang indeks. Jika tekanan berlanjut, pelaku pasar biasanya akan menunggu katalis berikutnya—baik dari arah makro, perkembangan regional, maupun sentimen global—sebelum kembali menambah posisi secara agresif. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id