Hang Seng Tergelincir 1,7%, Wall Street & Properti China Jadi Beban
Saham Hong Kong kembali tertekan pada awal perdagangan Jumat (13/2), dengan indeks acuan turun 446 poin (-1,7%) ke level 26.588. Pelemahan ini memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, mengikuti penurunan tajam Wall Street semalam yang dipicu kekhawatiran dampak disrupsi AI terhadap berbagai sektor dan model bisnis.
Tekanan makin berat setelah data terbaru menunjukkan harga rumah baru di China turun 3,3% (yoy) pada Januari, penurunan terdalam dalam tujuh bulan. Angka ini menegaskan bahwa Beijing masih menghadapi tantangan besar untuk menstabilkan pasar properti—faktor yang terus menekan sentimen risiko, khususnya di kawasan Asia.
Hampir semua sektor melemah, dipimpin saham keuangan, konsumer, dan teknologi. Sejumlah nama besar menjadi pemberat utama, termasuk Tencent Music (-9,2%), Wuxi Biologics (-4,2%), Meituan (-3,1%), AIA Group (-3,0%), dan Trip.com (-1,9%).
Meski demikian, penurunan sempat sedikit tertahan oleh laporan bahwa Washington menunda beberapa langkah keamanan teknologi terhadap Beijing menjelang rencana pertemuan pada April antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Secara mingguan, kinerja pasar Hong Kong relatif nyaris tidak berubah, sementara perdagangan akan libur Senin hingga Kamis pekan depan karena periode Tahun Baru Imlek.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id