Saham Hong Kong Tertekan, Aksi Jual yang Meluas Seret Hang Seng
Pasar saham Hong Kong melemah pada perdagangan Kamis (5/2) pagi. Indeks acuan turun 336 poin atau sekitar 1,3% ke area 26.510, membalikkan kenaikan tipis pada sesi sebelumnya. Aksi jual terjadi cukup merata di berbagai sektor, dengan tekanan paling kuat terlihat pada saham teknologi, keuangan, dan consumer.
Sentimen memburuk setelah Wall Street semalam ditutup cenderung melemah. Tekanan datang dari kelanjutan aksi jual saham teknologi, ditambah data ketenagakerjaan AS Januari yang dinilai lebih lemah dari perkiraan pasar. Kombinasi ini membuat investor kembali mengurangi eksposur ke aset berisiko.
Pelemahan juga diperparah oleh turunnya saham-saham di daratan China. Investor kembali khawatir momentum ekonomi China mulai kehilangan tenaga, terutama karena kondisi manufaktur dan konstruksi masih menunjukkan kelemahan yang belum pulih konsisten.
Di papan saham, emiten tambang menjadi penekan utama di awal sesi. China Gold International turun 4,7%, Zijin Mining melemah 4,1%, sementara Zhaojin Mining turun 1,6%. Tekanan di sektor komoditas ini ikut menambah beban indeks.
Sejumlah saham besar lain juga ikut terseret. SMIC turun 3,5%, China Hongqiao melemah 3,4%, dan Tencent turun 2,2%. Di sisi lain, Baidu hanya turun 0,7% meski mengumumkan rencana dividen pertama dalam sejarah perusahaan serta program buyback saham—namun kabar itu belum cukup mengimbangi sentimen pasar yang sedang defensif.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id