Bursa Eropa Tertahan, Hormuz Kembali Membayangi
Bursa saham Eropa bergerak datar pada perdagangan Senin (10/08) setelah mencatat kenaikan kuat sepanjang pekan lalu. Indeks Stoxx Europe 600 bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa, sementara DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE 100 Inggris juga bergerak relatif stabil.
Pasar masih mendapat dukungan dari data tenaga kerja AS yang lemah pada Jumat. Penurunan Nonfarm Payrolls membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga membantu menjaga sentimen terhadap aset berisiko tetap positif.
Namun, kenaikan harga minyak kembali menjadi penghambat. Brent naik sekitar 0,6% ke area US$84,04 per barel, memunculkan kekhawatiran bahwa biaya energi dan produksi perusahaan Eropa dapat kembali meningkat.
Harga minyak terdorong oleh ketidakpastian di Selat Hormuz. Iran mengatakan rancangan kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran sudah memasuki tahap akhir, tetapi pembukaan penuh selat masih bergantung pada sejumlah syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat.
Investor juga mulai menunggu data ekonomi AS berikutnya, terutama inflasi, untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Dari sisi korporasi, Volkswagen menjadi perhatian setelah keluarga Porsche dan Piëch meningkatkan tekanan agar pemegang saham mendukung restrukturisasi besar perusahaan.
Analisis Newsmaker: Bursa Eropa masih memiliki fundamental yang cukup kuat setelah reli pekan lalu dan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Namun, kenaikan minyak akibat ketidakpastian Hormuz dapat menjadi hambatan baru. Jika harga energi terus naik, tekanan biaya dan inflasi berpotensi membatasi reli saham Eropa.(asd)
Sumber: Newsmaker.id