• Thu, Jul 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 July 2026 21:07  |

Wall Street Anjlok, Minyak dan Big Tech Jadi Beban

Bursa saham AS turun tajam pada perdagangan Kamis (23/7), tertekan oleh lonjakan harga minyak dan laporan keuangan dari dua perusahaan raksasa dunia. Dow Jones Industrial Average turun 527 poin atau 1%, S&P 500 melemah 1%, sementara Nasdaq Composite merosot 1,8%.

Tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang dua tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Serangan ini memperbesar kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah bisa meluas dan mengganggu jalur pasokan energi global.

Sentimen pasar semakin memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika Teheran kembali menargetkan kapal di Selat Hormuz. Ancaman tersebut membuat investor khawatir harga energi bisa terus naik dan memicu tekanan inflasi baru.

Yield Treasury AS juga ikut naik bersama harga minyak, dengan yield tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025. Kondisi ini menjadi tekanan tambahan bagi saham karena biaya pendanaan berpotensi meningkat dan aset obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan ekuitas.

Dari sisi emiten, Alphabet turun 6% setelah induk Google itu menaikkan proyeksi belanja modal 2026 hingga US$205 miliar. Meski menunjukkan kuatnya permintaan AI, investor mulai khawatir belanja besar hyperscaler bisa menekan margin. Tesla juga anjlok lebih dari 12% setelah kinerja kuartal II jauh di bawah ekspektasi dan biaya operasional naik lebih cepat dari pendapatan.

Dampaknya ke market, Wall Street berpotensi tetap tertekan jika harga minyak terus naik, yield Treasury bertahan tinggi, dan laporan Big Tech tidak mampu meyakinkan investor. Nasdaq paling rentan karena valuasi saham teknologi masih sensitif terhadap suku bunga dan belanja AI. Jika konflik Timur Tengah makin panas, pasar bisa bergerak risk-off, dengan dolar AS dan aset safe haven berpotensi lebih diminati.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai